Tangis Pengantin Pecah di Bekasi, Resepsi Tanpa Dekorasi dan Katering Diduga Ditipu WO

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Momen yang seharusnya menjadi hari paling bahagia berubah menjadi duka bagi pasangan pengantin Aldi dan Feny di Bekasi. Resepsi pernikahan mereka berlangsung tanpa dekorasi, katering, hingga hiburan setelah diduga menjadi korban penipuan wedding organizer (WO).

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah sejumlah video memperlihatkan kondisi gedung resepsi yang kosong tanpa pelaminan dan makanan untuk tamu undangan. Suasana pernikahan tampak sederhana dan jauh dari konsep yang sebelumnya dijanjikan pihak WO.

Pasangan pengantin diketahui telah membayar biaya pernikahan hingga Rp85,5 juta kepada WO yang berkantor di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Pembayaran dilakukan secara bertahap sejak beberapa bulan sebelum hari pernikahan.

Feny mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena pihak WO terlihat profesional. Mereka bahkan sempat mengikuti sesi test food serta fitting baju pengantin di kantor penyelenggara pernikahan tersebut.

Namun menjelang hari-H, komunikasi dengan pihak WO mulai sulit dilakukan. Beberapa vendor juga disebut belum menerima pembayaran sehingga banyak layanan tidak hadir di lokasi acara.

Di tengah situasi kacau, pasangan pengantin berusaha menyelamatkan akad nikah agar tetap berlangsung. Mereka akhirnya menghubungi vendor secara pribadi, termasuk MUA, MC, dan penyedia busana pengantin yang bersedia membantu secara darurat.

Meski resepsi gagal berjalan sesuai rencana, pihak gedung tetap memberikan waktu agar prosesi akad dapat berlangsung sederhana selama beberapa jam. Keluarga dan tamu undangan yang hadir pun mencoba memberikan dukungan moral kepada kedua mempelai.

Kasus ini kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Polres Metro Jakarta Timur mulai melakukan penyelidikan dan mengecek kantor WO yang diduga bertanggung jawab atas kerugian pasangan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur menyebut pihaknya siap menindaklanjuti laporan korban. Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang mengalami kejadian serupa dari penyelenggara yang sama.

Viralnya kasus ini memicu perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menyampaikan simpati kepada pasangan pengantin dan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati memilih jasa wedding organizer.

Hingga kini, keberadaan pihak WO masih menjadi tanda tanya dan proses hukum terus berjalan. Kasus tersebut menjadi pelajaran pahit bahwa persiapan pernikahan memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama dalam memilih vendor dan sistem pembayaran jasa acara besar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.