Jakarta, Semangatnews.com – Perayaan gelar juara Persib Bandung musim 2025/2026 berubah menjadi momen tak terlupakan sekaligus penuh drama bagi bek asing Maung Bandung, Frans Putros. Di tengah meriahnya pawai juara yang dipadati ribuan Bobotoh, pemain asal Irak itu dilaporkan kehilangan telepon genggam miliknya.
Insiden tersebut terjadi saat rombongan pemain Persib bergerak menuju titik akhir konvoi di kawasan Pendopo Kota Bandung. Kepadatan massa membuat kendaraan rombongan sulit bergerak hingga para pemain harus berjalan kaki menembus kerumunan suporter.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan secara umum pawai juara berjalan lancar, namun kehilangan ponsel milik Frans Putros menjadi salah satu insiden yang paling disorot selama perayaan berlangsung.
Dalam video yang beredar di media sosial, Frans Putros terlihat mendadak berhenti dan menoleh ke sekeliling setelah menyadari ponselnya tidak lagi berada di tangannya. Beberapa pemain Persib dan Bobotoh sempat membantu mencari perangkat tersebut di tengah keramaian.
Euforia pesta juara Persib memang membuat jalanan Kota Bandung berubah menjadi lautan manusia. Ribuan Bobotoh memadati rute konvoi sejak pagi untuk menyambut keberhasilan tim kebanggaan mereka meraih gelar Super League musim ini.
Selain kehilangan ponsel, sejumlah insiden kecil juga terjadi selama pawai berlangsung. Beberapa penonton dilaporkan pingsan akibat kepadatan massa dan cuaca panas yang menyelimuti kawasan pusat kota Bandung.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar bahkan disebut sempat mengalami kelelahan dan harus mendapat pertolongan medis di sela-sela acara. Situasi tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap keberhasilan Persib musim ini.
Meski mengalami kejadian tidak menyenangkan, Frans Putros tetap terlihat berusaha menikmati suasana perayaan bersama rekan-rekan setimnya. Hingga kini belum ada informasi resmi apakah ponsel tersebut berhasil ditemukan atau tidak.
Pawai juara Persib sendiri menempuh rute cukup panjang dibanding musim sebelumnya. Kepadatan massa disebut menjadi faktor utama yang membuat pengamanan dan mobilitas rombongan pemain menjadi lebih sulit dikendalikan.
Di media sosial, banyak Bobotoh menyampaikan simpati atas kejadian yang dialami Frans Putros. Sebagian suporter bahkan mengajak masyarakat membantu mengembalikan ponsel tersebut jika ditemukan di sekitar lokasi konvoi.
Meski diwarnai insiden kehilangan HP, perayaan juara Persib tetap berlangsung meriah dan penuh emosi. Gelar musim ini menjadi kebanggaan besar bagi Bobotoh yang memadati Kota Bandung demi merayakan keberhasilan Maung Bandung menjadi penguasa sepak bola nasional.(*)

