Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Demi Calonkan Diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Thomas Djiwandono resmi mengundurkan diri dari Partai Gerindra setelah namanya masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah memenuhi ketentuan pencalonan pejabat di lembaga independen yang mengharuskan bebas dari afiliasi partai politik.

Pengunduran diri Thomas dilakukan sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Perwakilan Rakyat dimulai. Langkah ini sekaligus menegaskan keseriusannya dalam mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku dalam pencalonan pimpinan Bank Indonesia.

Pihak Partai Gerindra membenarkan bahwa Thomas sudah tidak lagi tercatat sebagai kader maupun pengurus. Surat pengunduran diri telah disampaikan dan berlaku efektif sejak akhir Desember 2025, sehingga secara struktural ia tidak memiliki keterikatan dengan partai tersebut.

Keputusan ini dinilai penting untuk menjaga independensi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Posisi Deputi Gubernur BI menuntut profesionalisme tinggi serta netralitas dari kepentingan politik praktis.

Nama Thomas muncul sebagai salah satu dari beberapa kandidat yang diusulkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI yang kosong. Usulan tersebut kemudian diteruskan kepada Presiden sebelum diajukan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Proses selanjutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. Dalam tahapan ini, para calon akan dinilai dari sisi kompetensi, integritas, serta pemahaman terhadap kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Sejumlah pengamat menilai pencalonan Thomas cukup strategis mengingat pengalamannya di bidang fiskal. Latar belakangnya sebagai Wakil Menteri Keuangan dinilai dapat memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Meski demikian, tidak sedikit pula yang menyoroti latar belakang politik dan hubungan keluarga Thomas dengan tokoh nasional. Isu tersebut menjadi perbincangan publik meskipun secara formal ia telah melepaskan diri dari partai politik.

Di kalangan pelaku pasar, pencalonan Thomas mendapat respons beragam. Sebagian menilai langkah ini akan membawa perspektif baru di Bank Indonesia, sementara yang lain masih menunggu hasil uji kelayakan di DPR.

Thomas dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor ekonomi dan pemerintahan. Ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran dan stabilitas fiskal.

Pengunduran dirinya dari Gerindra juga dipandang sebagai sinyal kesiapan untuk menjaga profesionalisme apabila kelak dipercaya menduduki jabatan strategis di Bank Indonesia.

Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada hasil uji kelayakan di DPR. Keputusan akhir akan menentukan apakah Thomas Djiwandono resmi melangkah ke jajaran pimpinan Bank Indonesia dan berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.