Tiga Malam Terjebak di Pulau Nukok, Nelayan Asal Tuapejat Akhirnya Pulang

oleh -

Tiga Malam Terjebak di Pulau Nukok, Nelayan Asal Tuapejat Akhirnya Pulang

Semangatnews, Mentawai – Nelayan asal dusun Turonia, desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, Mentawai, Seven Saleleubaja (30) akhirnya pulang dengan keadaan selamat.

Menurut Kepala Kantor Search And Rescue (SAR), Akmal bahwa, Korban hilang di perairan Nukok, desa Betumonga, kecamatan Sipora utara, Mentawai pada Koordinat perkiraan LKP : 02*13’21,25” S – 099*31’37,93” E.

Korban berangkat menggunakan Boat mesin 5 PK pada hari Sabtu, 03 Agustus 2019. Dan Basarnas Mentawai menerima Informasi kehilangan pada hari Senin, 05 Agustus 2019 pukul 23.30 Wib.

“Menurut Informasi dari Istri Korban, Nurmerinawati (33) bahwa sudah ttidak pulang selama 3 hari. Menaggapi info tersebut, Tim Rescue diarahkan menuju Tuapejat setelah laporan pada pukul 02.00 Wib pagi,” ungkap Akmal kepada Wartawan seusai pencarian. Selasa, (06/08/2019).

Disebutkannya, Tim SAR melakukan Pencarian terhadap Korban mrnuju Pulau Nukok pada pukul 06.15 Wib selama 1 Jam. Ketika pencarian, cuaca tak mendukung dengan ketinggian ombak mecapai 1 sampai 2 meter di wilayah tersebut.

“Tim memutuskan untuk bersandari di pulau Pittojat, dusun Berkat pada pukul 09.30 wib. Namun pada pukul 10.10 wib Korban di informasikan telah kembali dengan keadaan selamat di TPI Pelabuhan Tuapejat,” tambah Akmal.

Setelah mendengar informasi kembalinya Korban. Pihaknya, memutuskan untuk mengakhiri pencarian.

Akmal berpesan kepada Masyarakat kabupaten kepulauan Mentawai, apabila pergi memancing agar memastikan lokasi dan waktu memancing. Mengingat apabila ada Masyarakat mengalami kendala di laut akan mempermudah pencarian dan pertolongan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga dan pihak yang terlibat dalam pencarian ini yang telah cepat dan tanggap memberikan indormasi. Sehingga semakin cepat informasi semakin cepat tim SAR bergerak,” tutup Akmal.

Sementara itu Korban, Seven Saleleubaja (33) Warga dusun Turonia, desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara, kabupaten kepulauan Mentawai mengakui, bahwa selama 3 hari Ia bersandar selama 3 hari di Pulau Nukok akibat angin kencang yang tak kunjung reda.

“Saya berangkat memancing pada hari Sabtu 03 Agustus 2019 pukul 12.30 Wib ke Pulau Nukok. Setiba di Pulau Nukok angin kencang. Akibatnya, saya harus bermalam di pulau. Meski awalnya saya memang berencana pulang di hari itu,” ungkap Korban, Seven Saleleubaja di pelabuhan TPI, Tuapejat.

Ia menambahkan, karena Badai yang tak kunjung reda, ia memutuskan untuk tetap menunggu selama tiga hari disana. Sehingga ketika Badai reda pada hari ini pukul 03.00 Wib, Ia berangkat menuju Pulau Batu Tongga. Setibanya, Ia melanjutkan memancing sampai pukul 09.30 Wib dan sekaligus menuju pulang. Dan sampai di TPI pukul 10.00 Wib.

“Setiba saya di TPI ternyata orang telah sibuk mencari saya. Dan saya laporkan ke Bang Gunawan. Kemudian melanjut ke Pihak Tim SAR yang tengah melakukan Pencarian terhadap saya,” terang Seven.