Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal Oktober 2026 menjadi perhatian investor setelah indeks berada di sekitar level psikologis 6.000. Meski ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/10/2026), tekanan pasar masih terlihat dari kinerja IHSG secara mingguan.
Pada akhir perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup di level 6.036,89 atau naik 0,46 persen. Namun, sepanjang sepekan IHSG tercatat melemah 3,28 persen sehingga investor masih perlu mewaspadai potensi volatilitas.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh pelemahan sejumlah sektor. Saham teknologi, barang baku, dan konsumen nonprimer menjadi beberapa sektor yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang pekan sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis melihat masih terdapat saham yang memiliki peluang untuk bergerak positif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah memanfaatkan momentum rebound jangka pendek dengan tetap memperhatikan batas risiko.
Tim analis Bareksa, dengan mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, menyoroti tiga saham untuk strategi quick trade pada Senin (5/10/2026), yakni PT Bukit Asam Tbk atau PTBA, PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI.
Untuk PTBA, harga saham pada perdagangan Jumat ditutup di level Rp3.180. Saham tersebut menguat 4,26 persen dan berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari maupun 50 hari, yang menunjukkan momentum penguatan masih terlihat secara teknikal.
Sementara itu, MAPI ditutup pada level Rp1.485 setelah naik tipis 0,34 persen. Saham ini dinilai mulai menunjukkan tren penguatan setelah mampu bertahan di sekitar level rata-rata pergerakan 20 hari dan 50 hari.
Adapun AADI ditutup di level Rp11.550 setelah menguat 3,59 persen. Aktivitas transaksinya juga tercatat meningkat, sementara harga saham masih berada di atas MA50 sehingga terdapat peluang untuk melanjutkan momentum rebound.
Selain ketiga saham tersebut, sejumlah sekuritas juga memiliki daftar saham pilihan masing-masing. Phintraco Sekuritas memasukkan ASII, BRMS, BBCA, BRPT, dan MDKA, sedangkan CGS International Sekuritas menyoroti AADI, PTBA, MAPI, ERAA, AALI, dan MDKA.
Namun, rekomendasi tersebut tetap perlu disikapi secara hati-hati karena kondisi IHSG masih berada di area yang cukup krusial. Investor perlu memperhatikan level support dan resistance serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Level 6.000 menjadi penentu penting bagi arah IHSG dalam jangka pendek. Selama indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang technical rebound masih terbuka, sementara kegagalan mempertahankannya dapat meningkatkan tekanan terhadap pasar saham domestik.(*)

