TPID Sumbar Harus Bisa Mengendalikan Inflasi Daerah di Bulan Ramadhan.

0

Semangatnews Padang – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumbar menggelar High Level Meeting atau rapat tingkat pengambil kebijakan untuk membahas persiapan Ramadhan dan Idul Fitri.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan bahwa pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas tugas dan fungsi pemerintah dalam meningkatkan perekomomian dan menjaga inflasi demi mensejahterakan rakyat.

Rapat dipimpin oleh Gubernur Irwan Prayitno selaku Ketua TPID Provinsi Sumbar didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Wahyu Purnama dan dihadiri oleh Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, seluruh Anggota TPID Provinsi Sumbar dan TPID Kabupaten dan Kota di Sumbar yang dilaksanakan di ruang rapat Excellence Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Rabu (24/4/2019).

Pada pertemuan tersebut, Gubernur Sumbar mengatakan bahwa dalam pengendalian inflasi, diperlukan sinergitas dan koordinasi yang baik lintas instansi serta melakukan langkah-langkah konkrit dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi.

Apalagi menjelang dan saat Ramadhan kebutuhan bahan pokok dan komiditi lainnya akan meningkat, untuk itu, perlu upaya menjaga ketersedian barang tersebut, begitu juga dengan menjaga stabilitas harganya.

“Bahan pokok seperti cabai, bawang merah, telur, daging, daging ayam menjadi penyumbang inflasi, terutama dikomoditi cabe dan bawang merah,” kata gubernur.

“Namun secara umum perhitungan inflasi kita cukup stabil, mulai dari kesediaan pasokan bahan pangan strategis, kelancaran distribusi dan kenaikan tarif angkutan penumpang,” jelasnya.

Ditambahkannya, beberapa langkah yang dilakukan untuk pengendalian inflasi diantaranya efesiensi system perdagangan, pengendalian harga dan stok bahan pangan strategis untuk bulan ramadhan, menggelar pasar murah pangan di sejumlah titik, serta Inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah pasar maupun jaringan distribusi barang untuk mengantisipasi adanya penimbunan barang, terutama bahan makanan pokok dan distribusi BBM dan LPG.

“Untuk itu, semua pihak dapat saling bekerjasama dalam pengawasan distribusi barang dan memantau harga barang dengan instansi terkait,” ajaknya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Wahyu Purnama dalam paparannya menyampaikan, realisasi inflasi Sumbar hingga bulan Maret 2019 mencapai 0,02 persen (ytd), berada di bawah laju insflasi Sumatera 0,04 (ytd). Dengan laju inflasi tersebut Sumbar menduduki posisi terendah ke lima di kawasan Sumatera.

Jika dibandingkan tahun lalu, inflasi Provinsi Sumbar pada periode ramadhan dan Idul Fitri cenderung berada di atas laju inflasi nasional yaitu berada di atas 1 persen (mtm).

Berdasarkan tiga tahun terakhir (2016-2018) tekanan inflasi Sumbar pada Idul Fitri selain disebabkan oleh gejolak harga bahan pangan strategi (cabe, bawang merah, daging ayam ras dan jengkol) disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara dan angkutan kota.

“Pertemuan ini sangat penting untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi TPID Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sumbar dalam memastikan kecukupan stok bahan pangan strategis di wilayah Sumbar,” jelas Wahyu.

Dia mengatakan, permintaan bahan pokok dan barang strategis lainnya akan meningkat menjelang lebaran. Menurutnya, hal ini harus diantisipasi dengan memastikan pasokan bahan pokok dan distribusinya berjalan dengan baik.

“Ramadan tidak lama lagi, kita perlu antisipasi karena secara hukum ekonomi akan berlaku jika permintaan banyak, harga pasti naik,” tuturnya.

Dia meminta kepada TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melakukan langkah-langkah strategis, seperti bersinergi dalam monitoring pasokan, distribusi, dan harga bahan pokok, melakukan stabilisasi harga melalui pasar murah dan operasi pasar, dan meningkatkan pengukuran inflasi.(rel)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.