Tradisi Serak Gulo Meriah, Nasrul Abit Bersama Masyarakat Padang Bergembira

by -

Tradisi Serak Gulo Meriah, Nasrul Abit Bersama Masyarakat Padang Bergembira

Semangatnews, Padang – Suasana riuh dan gembira Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit hadiri Acara Wisata Kota Padang Tradisi Serak Gulo di Masjid Muhammadan, seusai sholat Asyar, Sabtu (25/1/2020).

“Ini tradisi budaya masyarakat turunan India yang ada di Padang yang perlu dilestarikan. Dan budaya Serak gulo ini telah menjadi kekuatan potensi budaya dan wisata di Kota Padang Sumatera Barat. Ada silaturrahmi kebersamaan untuk berbagi sesama merasakan manisnya gula”, ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga katakan, keanekaragama budaya dan etnis merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Padang.

“Mari kita jaga keberagaman ini dalam nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam kebersamaan memajukan pembangunan di Sumatera Barat. Selamat merayakan budaya Hari Serak Gula, semoga selalu membawa kebaikan dan kebersamaan di Kota Padang”, Ajak Nasrul Abit.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI Mardani Ali Sera, Walikota Padang Mahyeldi dan beberapa OPD serta tokoh masyarakat India Kota Padang.

Tradisi Serak Gulo ini biasanya dilakukan pada sore hari. Biasanya, tradisi Serak Gulo tersebut digelar di Masjid Muhammadan. Tepatnya pada waktu selepas shalat ashar.

Tradisi Serak Gulo diawali dengan pengumpulan gula hasil sumbangan masyarakat keturunan India yang tinggal di Kota Padang. Gula itu kemudian dibungkus kecil-kecil menggunakan kain warna-warni.

Nantinya, masyarakat akan berkumpul di depan Masjid Muhammadan, Kota Padang untuk berebut bungkusan gula pasir tersebut.Tradisi Serak Gulo merupakan tradisi turun temurun yang dijalankan oleh warga Muslim keturunan India di Kota Padang.

Tradisi yang digelar tahunan setiap 1 Jumadil Akhir penanggalan hijriyah ini diyakini sebagai simbol rasa syukur umat Muslim keturunan India atas rezeki yang diterima sepanjang tahun.

Tak hanya itu, prosesi ini sekaligus digunakan untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid. Dia adalah orang yang sudah berjuang untuk menegakkan Islam di India.

Menurut Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abubakar, tradisi Serak Gulo ini merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang diterima sepanjang tahun.

Tradisi dari masyarakat muslim keturunan India ini dimulai saat etnis India masuk ke pesisir barat Sumatera, tepatnya di Kota Padang, pada ratusan tahun yang lalu.Selain simbol rasa syukur, prosesi Serak Gulo tersebut untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid.

Gula yang dibagikan sebelumnya juga disematkan doa, zikir, serta salawat. Ali khan menyebut gula juga digunakan sebagai media pemenuhan nazar atas keinginan yang dipanjatkan.

“Tradisi ini sudah melalui proses akulturasi budaya yang panjang dengan budaya setempat, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang dibawa langsung dari daerah asalnya di India, yakni di Nagapattinam, Tamil Nadu, India,” terang Ali. (smgt/haluan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.