PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Mantan Bupati Kerinci, Provinsi Jambi dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) dan Wakil Wali Kota Padang Panjang (2003-2008) Dr. Drs. Adirozal, M.Si beserta rombongan membezuk Trikora Irianto, pendidik, pelukis dan pengurus PGRI Sumbar yang terkena musibah kecelakaan Lalu Lintas di Batusangkar, akhir Mei 2026 di Batusangkar
Kecelakaan tersebut terjadi saat Trikora Irianto mengendarai sepeda motor menghindari pengendara motor lain di depan Kampus UIN BatusangkarJl. Jend. Sudiman No. 137, Nagari Lima Kaum, Batusangkar Sabtu 30/05/26 pukul 11.00 Wib yang tidak terelakan lagi, hingga menyebabkan kaki kirinya patah tulang.

Menurut Adirozal, kunjungan membezuk kekediaman Trikora Jalan Parupuk No.57 C, Padang tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukannya, kunjungan pertama dilakukan beberapa hari setelah kecelakaan istana Linduang Bulan kediaman orang keluarga Trikora, Batusangkar ia sengaja langsung datang dari Kerinci selain mengunjungi kediamannya semasa di Padang Panjang.
Membezuk hari ini, Sabtu (18/07/26) merupakan kunjungan kedua bersama teman seangkatan semasa di FPBS IKIP Padang angkatan 1981 diantaranya terdapat Erizal dosen dan mantan Dekan FSRD ISI Padangpanjang, Abd Hafiz dosen seni rupa FBS UNP Padang, M. Roem purna tugas Dinas Pertanian Sumbar, Rapuan Kamal, mantan birokrat Kabupaten Kerinci, Jambi beserta keluarga dan sejumlah kerabat dekat lainnya.
Menurut Adirozal yang dulunya pernah menjadi Dosen Teladan Nasional (1994) dan direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang ini menyebutkan ; menjenguk/membezuk orang sakit memberikan pengingat kepada kita semua tentang kelemahan manusia. Melihat saudara kita terbaring sakit, kita disadarkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang sering kali terlupakan. Hingga membuat seorang mukmin lebih bersyukur dan terdorong untuk menjaga kesehatan dengan baik.
Karena setiap langkah menuju rumah orang sakit adalah pahala yang berlipat ganda. Dengan kehadiran teman, sahabat karib dan lainnya diharapkan dapat membawa keberkahan baik bagi yang si sakit maupun bagi diri kita sendirim ujar Adirozal yang semasa dosen ISI Padang Panjang banyak menulis seni budaya di sejumlah harian nasional dan jurnal nasional dan internasional itu menambahkan.
Menjadi Sitawa Sidingin
Trikora Irianto, menyebut, kunjungan teman teman seangkatannya semasa mengikuti kuliah S1 di jurusan seni rupa FPBS IKIP Padang tersebut mengungkapkan bahwa, kunjungan teman temannya bersama Adirozal dkk ini sangat berharga bagi dirinya yang telah hampir 2 bulan tak bisa beraktivitas apa apa selain hanya di rumah sakit dan di rumah yang kini telah diizinkan dokter RSUP M Jamil untuk rawat jalan setelah dilakukan operasi pada bagian kaki kirinya yang patah.
Tawa ceria tak terhindarkan saat ada cerita-cerita lucu masa lalu saat mengikuti kuliah. Yang tidak dapat dipungkiri, kehadiran para kawan-kawan ini telah menjadi sitawa sidingin bagi saya. Rasa sakit luar biasa pada diri ini terasa berkurang.
Karena kami semua sudah berusia kepala enam semua, kami saling berbagi, saling menasehati, saling menghibur dan saling mendoakan. Saat rombongan Adirozal yang sengaja datang dari Kerinci beserta Rapuan Kamal juga dari Kerinci beserta rombongan pamit pulang meninggalkan kediaman saya, tak terasa air mata ini mengalir haru. Saya tak sempat melepas mereka sampai ke depan pintu karena saya masih di tempat tidur.
“Tuhan, berikanlah kesehatan pada kami semua, berikan kesempatan umur panjang agar kami dapat berbuat baik lebih banyak lagi. Selamatkan perjalanan kawan-kawan ku menuju rumah masing masing. Semoga kami masih bisa bertemu lagi semua disuatu saat nanti, ujar Trikora Irianto seraya menyeka air matanya”. (mh)

