Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dibuat terkejut saat Presiden China Xi Jinping mengajaknya berjalan-jalan ke kawasan taman bersejarah di kompleks Zhongnanhai, Beijing. Momen langka itu terjadi di sela agenda diplomatik kedua pemimpin yang tengah membahas hubungan perdagangan dan geopolitik dunia.
Kunjungan tersebut menjadi perhatian dunia karena Zhongnanhai dikenal sebagai area sangat tertutup yang menjadi pusat pemerintahan elite Partai Komunis China. Kawasan itu dulunya merupakan taman kekaisaran dan kini berdampingan dengan Kota Terlarang serta Lapangan Tiananmen.
Dalam suasana santai, Xi Jinping memperlihatkan deretan pohon tua yang telah berdiri selama ratusan tahun. Melalui penerjemah, Xi menjelaskan bahwa sebagian pohon di kawasan itu telah berusia lebih dari 200 hingga 400 tahun.
Trump tampak tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika mendengar beberapa pohon bahkan disebut berusia hingga 1.000 tahun. Presiden AS itu spontan mempertanyakan bagaimana pohon-pohon tersebut mampu bertahan selama berabad-abad.
Percakapan informal itu terekam mikrofon dan kemudian menyebar luas di berbagai media internasional. Banyak pengamat menilai suasana santai tersebut menjadi simbol pendekatan personal Xi Jinping terhadap Trump di tengah hubungan kedua negara yang selama ini kerap memanas.
Trump kemudian bertanya apakah kawasan Zhongnanhai juga dibuka untuk pemimpin negara lain. Xi menjawab bahwa sangat jarang ada tamu asing yang diterima di lokasi tersebut karena tempat itu memiliki arti simbolis dan historis yang penting bagi China.
Xi juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin pernah berkunjung ke area itu sebelumnya. Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi mengenai kedekatan diplomatik yang sedang dibangun Beijing terhadap Washington di tengah dinamika global yang terus berubah.
Pertemuan Trump dan Xi sendiri berlangsung dalam agenda kenegaraan penting yang membahas isu perdagangan, Taiwan, hingga ketegangan di Timur Tengah. Kedua pemimpin berusaha menunjukkan hubungan yang lebih cair meski tetap dibayangi rivalitas ekonomi dan militer.
Dalam kesempatan lain, Xi Jinping juga mengajak Trump menjadikan tahun 2026 sebagai momentum baru hubungan China dan Amerika Serikat. Xi menilai kedua negara perlu mengedepankan kerja sama dibanding persaingan demi menjaga stabilitas dunia.
Sementara itu, Trump sempat menyinggung pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden ketika membahas kondisi hubungan Washington dan Beijing. Trump menilai hubungan kedua negara mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir sebelum dirinya kembali memimpin AS.
Momen berjalan santai di bawah rindangnya pohon-pohon kuno itu kini menjadi salah satu simbol paling menarik dari kunjungan Trump ke Beijing. Banyak pihak melihat pertemuan tersebut bukan sekadar diplomasi formal, melainkan juga upaya membangun chemistry politik antara dua pemimpin negara dengan pengaruh terbesar di dunia.(*)

