Ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.) Menjanjikan untuk Bahan Baku Bioetanol

by -
Ubi Jalar sangat bermanfaat sebagai pengganti energi.

Semangat-Health: Sudah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat dan media massa, kenaikan harga BBM sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Satu sisi dengan pertimbangan subsidi yang membengkak perlu dikendalikan agar tidak menguras APBN, sedangkan disisi lain jika terjadi kenaikan pasti akan berdampak pada kenaikan kebutuhan hidup serta yang akan paling merasakan dampak tersebut adalah rakyat kelas bawah.

Kebijakan eksplorasi dan eksploitasi energi, sampai saat ini masih menitikberatkan pada energi fosil yang pada saatnya akan habis. Kebijakan energi harusnya diarahkan pada konservasi energi untuk meningkatkan efisiensi energi pada sisi pemanfaatannya, demikian halnya dengan diversifikasi energi dengan tujuan meningkatkan pangsa energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia. Tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman pangan, bahan baku industri, dan sumber daya energi terbaru.

Pada tahun 2005 produksi ubi jalar di Indonesia menduduki peringkat kelima, dan 2010 menduduki peringkat keempat di dunia dengan total produksi ubi jalar adalah sekitar 181 073 ha dan 2 051 046.

Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman genetik dari ubi jalar di dunia. varietas unggul lokal yang ditemukan tersebar di wilayah yang luas untuk daerah yang relatif sempit. Mayoritas varietas lokal masih dibudidayakan oleh masyarakat setempat dengan pendekatan budaya, tetapi beberapa terancam punah sehingga akan hilangnya gen yang baik yang adaptif terhadap lingkungan tertentu. Karakteristik plasma nutfah ubi jalar tersebar di Indonesia memiliki tingkat manis dan kadar pati tinggi.

Di Indonesia, Provinsi Jawa Barat adalah daerah terbesar dari bidang ketela rambat yang 27 931 ha, produktivitas 15,3 t • ha-1, dan total produksi 429 378 t pada tahun 2010. Daerah ini diperkirakan memiliki keragaman genetik yang tinggi ubi jalar plasma nutfah. Universitas Padjadjaran tim peneliti melakukan pelestarian dengan mengeksplorasi, mengelola dan
menanam plasma nutfah di plot polycross, dan mengidentifikasi keturunan dan unggul lokal varietas ubi jalar lokal. Evaluasi plasma nutfah diperoleh lima puluh ubi jalar klon diperkirakan memiliki pati tinggi yield konten, dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku bioetanol.

Berdasarkan Conference and Exhibition Indonesia  yang diterbitkan tahun 2015, menunjukan hasil kadar etanol ditentukan oleh variabilitas kadar pati yang dikendalikan oleh kapasitas genetik klon ubi jalar dan teknik untuk mengekstrak etanol dari bahan baku. Identifikasi potensi kadar pati tinggi, unggul dan tinggi kadar etanol hasil tinggi dari ubi jalar menjanjikan cocok untuk bahan baku bioetanol. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.