Jakarta, Semangatnews.com – Universitas Indonesia (UI) kembali membuka ruang belajar bagi masyarakat luas dengan meluncurkan kursus online bersertifikat yang bisa diikuti oleh umum, profesional, maupun fresh graduate. Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis tanpa harus menjalani pendidikan formal di bangku kuliah.
Kursus ini merupakan bagian dari upaya UI memperluas akses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Berbeda dengan program gelar biasa, peserta mendapatkan sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan materi yang diberikan secara daring.
Salah satu kelas unggulan yang menarik perhatian adalah bisnis AI atau bagaimana memanfaatkan kecerdasan buatan dalam strategi usaha dan analisis data. Topik ini dipilih karena relevansinya yang tinggi terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Selain bisnis AI, UI juga menawarkan berbagai kelas lain seperti integrasi AI dengan data sains, geospasial, kesehatan, hingga strategi bisnis berbasis data. Materi tersebut disusun oleh para dosen dan pakar dari berbagai fakultas yang memiliki kompetensi mendalam di bidangnya.
Program ini sepenuhnya diselenggarakan secara online melalui Learning Management System (LMS) yang memungkinkan peserta belajar fleksibel tanpa harus datang ke kampus. Sistem ini memudahkan mereka yang memiliki kegiatan rutin atau bekerja.
Pendaftaran program sudah dibuka sejak 1 Maret 2026 dan akan ditutup pada 15 Maret 2026. Calon peserta bisa memilih satu atau beberapa kelas sesuai kebutuhan dan minatnya.
UI menegaskan bahwa kelas ini bersifat berbayar dengan biaya yang bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu, tergantung pada durasi dan tingkat materi yang dipilih.
Meski berbayar, keuntungan mengikuti kursus ini mencakup akses materi aplikasi industri, waktu belajar yang fleksibel, serta sertifikat penyelesaian program yang bisa menjadi nilai tambah di CV.
Peserta pun dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah keterampilan baru atau memperkuat kompetensi yang sudah dimiliki, terutama di bidang teknologi dan bisnis yang sedang naik daun.
Beberapa pengamat pendidikan menyambut positif inisiatif ini, melihatnya sebagai langkah strategis untuk menutup gap keterampilan antara dunia akademik dan kebutuhan pasar kerja. Mereka menilai pendidikan bersertifikat seperti ini bisa menjadi solusi pembelajaran seumur hidup (lifelong learning).
Dengan pembukaan kursus ini, UI berharap dapat mencetak lebih banyak profesional siap pakai dan kompeten di era digital, sekaligus mendorong masyarakat umum untuk terus meningkatkan kapasitas diri di bidang yang relevan.(*)

