Usut Hilangnya Bandar Judi dari Tahanan Polisi,Kapolres Palu Sebut Wartawan ” Bejat”

oleh -
Semangatnews,Palu, Sulteng- Kapolres Palu,AKBP Moh.Sholeh S.I.K SH.MH sepertinya kehilangan etika ketika didesak oleh wartawan untuk mengungkap keberadaan bandar judi dindong dan judi dadu yang digerebek di Kelurahan Pemgawu,Kecamatan Tatanga Kota Palu,Minggu (29/03/2020). Dalam sebuah percakapan di group WA Mitra Polres Palu,mantan Kapolres Banggai ini secara sengaja mengatakan jika sang Wartawan yang menelusuri hilangnya terduga Bandar Judi di Pengawu sebagai pribadi yang bejat. Awalnya dalam komunikasi digroup internal Polres Palu dan awak media itu berlangsung hangat pembahasan terkait hilangnya Terduga Bandar Judi di Polres Palu pasca penggerebekan Minggu sore (29/03) silam,pembahasan masuk kepada turut lenyapnya semua barang bukti yang disita dari lokasi perjudian di Pengawu. Kapolres Palu,AKBP Moh.Sholeh yang memonitor percakapan tersebut tiba tiba mengeluarkan kata kata tidak pantas ,diantaranya menuduh wartawan atas nama Syahrul sebagai wartawan bejat karena terlalu kritis menyoroti kasus hilangnya terduga bandar judi dan barang bukti dipolres palu. ” Klo Kamu tidak punya pikiran bejat kamu ketempat Kasat reskrim jg yg ada benakmu kau samakan semua ” tulis orang nomor satu di Polres Palu ini. Penggunaan kata bejat dalam kalimat yang ditulis  Kapolres Palu jelas mendiskreditkan profesi sang wartawan dimaksud,untuk itulah kasus penghinaan terhadap Wartawan ini rencana akan diadukan ke Irwasda Polda Sulteng sebagai pembelajaran  bagi Kapolres Palu. “Kuasa Hukum saya akan melaporkan kasus penghinaan ini ke Polda besok,ini sebuah ungkapan yang tidak pantas dilakukan seorang Kapolres ” ujar Syahrul,pemilik portalsulawesi.com yang juga sekertaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulteng. Rasa dongkol AKBP Moh.Sholeh kepada Syahrul berawal ketika Polisi mengeluarkan rilis media usai melakukan penggerebekan di arena Judi Sabung Ayam di Kelurahan Pengawu,Kota Palu.