Veda Ega Pratama Masuk Lima Besar Moto3 Qatar, tetapi Ada Ancaman Penalti Enam Posisi Start

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencuri perhatian dalam rangkaian Moto3 Qatar 2026. Rider yang memperkuat Honda Team Asia tersebut mengakhiri sesi practice di posisi kelima dan memastikan tempat secara otomatis di babak kualifikasi kedua atau Q2.

Penampilan impresif itu diperlihatkan Veda ketika menjalani sesi latihan di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar, Jumat (6/11/2026). Pembalap berusia 17 tahun tersebut mampu bersaing dengan sejumlah nama kuat di kelas Moto3 dan mempertahankan peluang untuk mendapatkan posisi start yang kompetitif.

Veda mencatatkan waktu terbaik 2 menit 03,561 detik. Catatan tersebut menempatkannya di antara lima pembalap tercepat dalam sesi practice yang berlangsung dengan persaingan ketat sejak awal hingga akhir.

Keberhasilan masuk lima besar membuat Veda tidak perlu melewati babak Q1. Dalam sistem kualifikasi Moto3, sebanyak 14 pembalap dengan catatan waktu terbaik pada sesi practice memperoleh tiket langsung menuju Q2 untuk memperebutkan posisi start terdepan.

Perjuangan Veda tidak berlangsung tanpa tantangan. Ia sempat mengalami perubahan posisi beberapa kali ketika para pembalap lain bergantian mempertajam waktu putaran. Namun, pembalap asal Indonesia itu mampu kembali menemukan ritme terbaik dan mengamankan tempat di kelompok teratas.

Di posisi teratas, Maximo Quiles tampil dominan dengan catatan waktu 2 menit 03,172 detik. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut berhasil mengungguli David Almansa yang berada di posisi kedua dengan selisih 0,200 detik. David Munoz melengkapi tiga besar, sementara Hakim Danish menempati urutan keempat.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Veda mampu bersaing dengan para pembalap unggulan Moto3 musim ini. Jarak waktunya dengan Quiles juga relatif tipis, yakni hanya 0,389 detik. Kondisi ini membuka peluang bagi Veda untuk kembali menunjukkan performa kompetitif dalam perebutan posisi start terbaik.

Namun, keberhasilan tersebut dibayangi persoalan penalti. Steward FIM menjatuhkan hukuman mundur enam posisi start kepada Veda karena dianggap tidak mematuhi sinyal bendera kuning ketika menjalani sesi latihan bebas pertama. Sanksi tersebut berlaku untuk balapan utama Grand Prix Qatar.

Situasi ini membuat perjuangan Veda menjadi lebih menantang. Meski sudah mengamankan tiket langsung ke Q2, ia tetap harus memperhitungkan konsekuensi penalti dalam menentukan posisi start pada Minggu. Oleh karena itu, hasil kualifikasi akan menjadi faktor penting untuk memaksimalkan peluangnya.

Sementara itu, hasil berbeda dialami Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo. Rival Veda sejak ajang Red Bull Rookies Cup tersebut hanya mampu menempati posisi ke-21 sehingga harus memulai perjuangan kualifikasi melalui Q1. Kegagalan Uriarte menembus 14 besar menjadi salah satu kejutan dalam sesi practice kali ini.

Selanjutnya, Veda dijadwalkan mengikuti rangkaian kualifikasi Moto3 Qatar pada Sabtu (7/11/2026). Sesi Q2 menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi start sebelum balapan utama berlangsung pada Minggu (8/11/2026). Publik Indonesia pun berharap pembalap muda tersebut mampu mempertahankan konsistensi dan kembali mencatatkan hasil membanggakan di kancah balap dunia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.