Wagub Audy: Usaha Tani Terapkan Teknik Budidaya Kelapa Sawit

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumtera Barat (Sumbar) melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), terus berupaya menjaga peran kelapa sawit secara berkesinambungan untuk menetapkan kebijakan tentang penghimpunan dana perkebunan kelapa sawit yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dukungan pengembangan kelapa sawit melalui kebijakan tersebut antara lain melalui kegiatan peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, dan bantuan sarana dan prasarana.

Baca Juga:  Wagub Audy Joinaldy ke Mentawai Akan Buka Rakor Kepariwisataan se-Sumbar

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy dalam sambutanya pada acara Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2021, di Rocky Hotel Kamis (25/3/2021).

Kegiatan tersebut mengintegrasikan seluruh aspek dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit milik pekebun. Peremajaan kebun kelapa sawit merupakan upaya untuk memperbaiki mutu produksi pekebun dengan menggunakan benih unggul yang merupakan salah satu persyaratan pemenuhan sertifikat ISPO.

Baca Juga:  Agam dan Bukittinggi Sinergikan TPA di Sipisang Simpang Patai Palupuah

“Kedepan, pekebun sebagai penghasil 39% Crude Palm Oil (CPO) nasional secara bertahap harus mulai menerapkan dan mendapatkan sertifikat ISPO untuk dapat memenuhi tuntutan global,” ujar Wagub.

Selanjutnya, Wagub juga menyebutkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang cukup menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Luas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat adalah 385.921 Ha, terdiri dari perkebunan rakyat seluas 219.661 Ha (56,92%), PT. Perkebunan Nusantara
(PTPN) seluas 5.147 Ha (1,33%) dan perusahaan besar swasta nasional (PBSN) seluas 161.113 Ha (41,75%).