Wagub Sumbar : Pariaman Diharapkan Jadi Pusat Souvenir dan Merchandise

oleh -

Wagub Sumbar : Pariaman Diharapkan Jadi Pusat Souvenir dan Merchandise

Semangatnews, Pariaman – Saat ini, Sumatera Barat belum memiliki kawasan sebagai pusat souvenir dan merchandise yang representative di Sumatera Barat.Peluang ini bisa dimanfaatkan Kota Pariaman, karena lokasi yang berada dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan salah satu jalur perlintasan antara Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada acara Tablik Akbar dan Pembukaan Pariaman Expo 2019, Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu (7/7/2019).

Kegiatan tersebut dibuka Oleh Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, dan dihadiri Wawako Pariaman Drs. Mardison Mahyudin, Ketua DPRD Kota Pariaman Faisal S.Pd, Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan, S.Ik, M.Hum, Kasdim 0308/Pariaman Mayor Inf. Marjoni, Majelis Dzikir As Samawat Jakarta Ustadz H. Ahmad Buhori, M.Ag, Ketua BKMT Sumbar H. Abdul Aziz, SP, MM, Ketua BKMT Kota Pariaman Dra Hj.Mahya Retty , Ketua Yayasan Ibnu Abbas Kota Pariaman Ustad Asrofi Abu Rifki, Kepala Cabang BRI Pariaman Anton Tisna, Kepala OPD, Para Camat dilingkungan Pemko Pariaman, Majelis Taklim Se Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit tambahkan, Pariaman sebagai pusat souvenir dan merchandise bisa dilengkapi dengan informasi dan pengetahuan tentang produk tersebut.

Produk pusat kerajinan tersebut juga ditambah dengan penampilan pengrajin yang membuat atau mempergunakan produk tersebut. Ini merupakan ruang pembelajaran bagi generasi penerus serta wisatawan untuk mengenal daerah dan kekayaan alam Sumatera Barat, ujarnya.

Nasrul Abit juga sampaikan, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke sebuah daerah perlu disusun langkah-langkah antara lain :
Sapta Pesona. Merupakan kondisi yang erat kaitannya dengan edukasi Kepada Masyarakat untuk menerima wisatawan dengan tangan terbuka.

Beberapa isu penting yang masih menjadi masalah antara lain terkait masalah parkir, kebersihan, dan pelayanan. Problem-problem ini menjadi program pembenahan awal.
Peningkatan Infrastruktur-Infrastruktur utama seperti jalan dan infrastruktur pendukung seperti toilet harus menjadi perhatian.

“Menjadi destinasi wisata harus disiapkan akses dan fasilitas pendukung yang baik. Kota Pariaman memiliki banyak akses, lokasinya dekat dengan bandara, memiliki transportasi kereta api, jalan dan juga bisa terus mengembangkan transportasi laut. Dan fasilitas wisata lain juga bisa terus dikembangkan seperti penginapan, dan fasiltas lain bagi wisatawan di dalam area objek wisata,” ajaknya.

Wagub Sumbar juga katakan, Pariaman Expo yang telah beberapa tahun dilaksanakan, dapat dijadikan momentum Kota Pariaman untuk mendukung potensi wisata halal dan wisata MICE.

Dalam percepatan pengembangan wisata, Pemprov. Sumbar telah menyiapkan anggaran sebesar 40% dari total kebutuhan pengembangan destinasi bagi daerah melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus APBD Provinsi Sumbar dengan syarat daerah sudah harus menyiapkan DED dan Master Plan terlebih dahulu.

“Sektor pariwisata menjadi perhatian utama Pemprov Sumbar. Agar pariwisata benar – benar memberikan multiplier effect sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Barat,” terang Nasrul Abit.

Kegiatan Pariaman Ekspo diselenggarakan di Pandai Gandoriah dalam rangka memeriahkan HUT Kota Pariaman yang ke-17. “Acara digelar pada tanggal 6 sampai 14 Juli 2019” Pariaman Expo sudah merupakan kalender even tahunan di Kota Pariaman.

Pada Tahun 2019 ini mengangkat tema “Akselerasi Pengembangan Industri Kreatif, Menyambut Revolusi Industri 4.0”.

Rangkaian kegiatan Pariaman Expo antara lain : tabliq akbar, festival sala Piaman 2019, festival batik sekaligus launching batik dan rangkaian kegiatan lainnya yang dilakukan OPD.
Pariaman Expo bertujuan untuk promosi produk lokal dan produk unggulan Kota dan kabupaten, serta daerah lain.