Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra Pimpin FGD Bersama Forkopimda Bahas Kemarau, Kamtibmas dan Dampak Penghentian Operasional Tambang

by -
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra Pimpin FGD Bersama Forkopimda Bahas Kemarau, Kamtibmas dan Dampak Penghentian Operasional Tambang
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra Pimpin FGD Bersama Forkopimda Bahas Kemarau, Kamtibmas dan Dampak Penghentian Operasional Tambang

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah untuk membahas sejumlah perkembangan strategis daerah, mulai dari antisipasi musim kemarau, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga dampak sosial-ekonomi pasca dirumahkannya para pekerja perusahaan tambang batu bara yang operasionalnya saat ini dihentikan, Senin, (8/6/2026), di Ruang Rapat Balaikota.

FGD tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat koordinasi lintas sektor, menyerap informasi terkini dari berbagai instansi, serta menyusun langkah antisipasi yang terukur guna menjaga stabilitas daerah dan melindungi kepentingan masyarakat.

Wali Kota Riyanda Putra menegaskan pemerintah daerah harus hadir lebih cepat dan responsif dalam membaca berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh unsur Forkopimda dan perangkat daerah diminta memperkuat sinergi serta menyatukan langkah mitigasi agar setiap potensi persoalan dapat ditangani secara terpadu.

“Pemerintah daerah harus mampu merespons setiap perkembangan secara cepat dan tepat. Koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci agar berbagai tantangan yang muncul dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Riyanda.

Dalam menghadapi musim kemarau, Pemko Sawahlunto menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko kebakaran maupun krisis air bersih yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah juga memfasilitasi para petani untuk memanfaatkan momentum musim tanam melalui pendampingan dan koordinasi lapangan guna menjaga produktivitas sektor pertanian masyarakat.

Sementara itu, terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, berdasarkan laporan Polres Sawahlunto terjadi peningkatan jumlah laporan kepolisian pada bulan April yang mencapai 13 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan rata-rata laporan pada bulan-bulan sebelumnya yang berkisar antara empat hingga lima kasus.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Forkopimda sepakat memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, serta koordinasi lapangan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

FGD tersebut juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk dampak sosial dan ekonomi yang muncul akibat penghentian operasional perusahaan tambang batu bara yang menyebabkan sejumlah pekerja dirumahkan. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.