Walikota Payakumbuh Lakukan Penandatanganan TP2DD Bersama Perwakilan BI Sumbar

oleh -

SEMANGATNEWS.COM — Dengan difasilitasi perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat, Walikota Payakumbuh Riza Falepi laksanakan penandatanganan SK tentang percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) kota Payakumbuh di kantor perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat, Senin (5/4/2021).

Hal ini guna mendukung implementasi pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tertanggal 4 Maret 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, maka setiap Pemerintah Daerah diwajibkan melakukan pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Baca Juga:  Lambatnya Pencairan Anggaran di Pemprov Sumbar; Ini Penjelasan Kabiro Humas

Usai penandatanganan SK tentang Pembentukan TP2DD, Walikota Riza Falepi menyampaikan bahwa Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD ini merupakan komitmen dari Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan elektronifikasi dilingkungan Pemerintah Daerah terutama di Pemerintah Kota Payakumbuh.

“Pemko Payakumbuh saat ini telah menggunakan transaksi digitalisasi, dimana dari sisi penerimaan daerah sejak tahun 2019 seluruh pajak daerah sudah melakukan sistem pembayaran secara elektronik melalui seluruh Channel pembayaran bank nagari”, ungkap Riza.

Baca Juga:  Wagub Sumbar Audy Joinaldy Serahkan 1,5 Ton Rendang, Doa Korban Terdampak Bencana NTT terkabul.

Dilanjutkannya, dari sisi pengeluaran belanja daerah pada tahun yang sama Pemko Payakumbuh sudah menggunakan SP2D online yang terkoneksi host to host dengan Bank Nagari.

Walikota Payakumbuh berharap dengan telah ditandatanganinya SK TP2DD dapat memperkuat Efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga:  Payakumbuh Mengumumkan, Satu Orang Meninggal Dunia Dan Sepuluh Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Dan juga tentunya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik baik kecepatan transaksi keuangan maupun transparansi. Serta dapat mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital”, harap Walikota dua periode itu.