Warna Menarik Pameran Patung Internastional 95 Tahun Arby Samah

by -
Warna Menarik Pameran Patung Internastional 95 Tahun Arby Samah
Masahito Iwano, 600 mmx350m iron wood, 2025

Oleh : Muharyadi

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Pameran Seni Patung Internasional memperingati 95 th Arby Samah di galeri seni Taman Budaya, Sumatera Barat, Jalan Diponegoro, 31 Padang sejak 19 sd 23 Juni 2025 memiliki warna tersendiri bagi dunia seni rupa di daerah ini.

Baca Juga : Yulhendri, Pematung Nasional Peserta Pameran 95 Tahun Arby Samah, Menginsprirasi Handicraft Berbasis Budaya Lokal Untuk Indonesia

Pameran ini bukan hanya diikuti seniman patung lokal, tetapi juga sejumlah peserta dari lima negara yang tak asing lagi seperti ; Masahito (Jepang), Jorg Van Daele (Belgia) Cristina Ramilo (Filipina), Laxman Bhujel (Nepal) dan Rosli Zakaria (Malaysia).

Jorg Van Daele, Drop Of Peace, 40x35x10m Trapertina Blue Store
Jorg Van Daele, Drop Of Peace, 40x35x10m Trapertina Blue Store

Dari Indonesia tercatat ; Abdi Setuawan, Ali Umar, Anusapati, Basrizal Albara, Komroden Haro, Yulhendri, Yusman (Yogyakarta), kemudian ada; Ardim, Asnam Rasyid, Alexis, Angga Elpatsa, Erlangga, Harnimal, Herisman Tojes, Jon Wahid, John Hardı, Lisa Widiarti dan Nardi (Sumatera Barat).

Menariknya, dari sejumlah karya beberapa diantaranya terdapat patung kontemporer dan moderen baik dari Indonesia maupun peserta luar negeri yang bersanding mengeksplorasi tanpa henti berdasarkan konteks di masa kini di ruang temporal beserta berbagai ramalan atau prakiraan masa depan melibatkan pengaruh masa lalu yang diusung dalam dialektika yang tak pernah berhenti bahkan usai sekalipun.

Laxman Bhujel, Aayam, 85x26x15m Batu, 2025
Laxman Bhujel, Aayam, 85x26x15m Batu, 2025

Dalam ranah kreativitas, seni patung kontemporer hadir kepermukaan kerap menjadi kontroversi di tengah tengah masyarakat. Ia identik dengan seni masa kini yang mengalami proses perkembangan dan perubahan secara drastis, meski representasinya tidak sesederhana itu. Ia terkesan tampil menggelitik, radikal, sulit dipahami bahkan tidak sedikit publik yang dibuat gerah karenanya.

Lihat patung yang karya Masahito (Jepang) yang selama ini perjalanannya diakui lebih dekat dengan seni patung kontemporer, Rosli Zakaria (Malaysia), Nardi, dan beberapa nama lain.

Alexis, Predator, 115x53x9,5 cm, Kayu Mixmedia
Alexis, Predator, 115x53x9,5 cm, Kayu Mixmedia

Beberapa karya mengutamakan jenis media seni baru seperti instalasi, performance art, dan lainnya yang memaknai eksistensi wujud yang representasinya berbeda dari prinsip-prinsip seni modern.

Lihat sejumlah karya out dor di luar galeri diadopsi dari berbagai fenomena terikat berbagai konteks keadaan dan berbagai fenomena representasinya cenderung berbeda dengan seni patung klasik dan modern.

Abdi Setiawan, Si Tampan, 45x20x15 cmm Kayu Jati, akrilikSS
Abdi Setiawan, Si Tampan, 45x20x15 cmm Kayu Jati, akrilikSS

Sejumlah karya dalam ranah patung moderen di luar Arby Samah. Diantaranya karya Laxman Bhujel (Nepal), Jorg Van Daele (Belgia) Cristina Ramilo (Filipina) Yulhendri, Ardim, Ali Umar, Asnam Rasyid, Alexis, Angga Elpatsa, Erlangga, Harnimal, Herisman Tojes, Jon Wahid, Lisa Widiarti dan beberapa nama lain menawarkan seni patung moderen. Ada hal menarik yang telah menciptakan sensasi sejuta emosi dan memukau penikmatnya di ruang pameran.

Karya karya peserta pameran tidak sekedar menghipnotis mata penonton, namun lebih dari itu ia juga mengungkapkan ekspresi jiwa yang menggugah rasa ingin tahu publik yang menggiring kita masuk ke dalam sebuah dunia paralel disuguhi pemandangan luar biasa yang tak terbayangkan.

Anggapan seni patung modern tidak dapat dimengerti yang kadang cenderung abstrak, tetapi justru disini pulalah pesonanya. Sebagian besar karya yang tampil membebaskan kita menjelajahi pikiran-pikiran baru dan mengajak kita untuk berkomunikasi dengan bahasa tak terucapkan yang hanya bisa disampaikan melalui karya.

Dari sejumlah karya sepertinya kita didadapkan pada kehidupan manusia dalam merasakan kehidupan, perjalanan, dan kebersamaan yang tercermin dalam setiap langkah yang diambil oleh sosok patung-patung yang tampil. Dan memberikan makna baru kepada penonton karena disana tersirat. cerita yang mengalir dengan keaslian dan menantang penonton melibatkan diri lebih dalam.

Karya patung pameran ini meyakinkan kita bahwa kehadirannya merupakan kebutuhan yang tak tergantikan. Ia mengingatkan kita bahwa di balik kehidupan yang serba bising ini, ada ruang untuk merenung, mengagumi, bahkan mengobsesi kita terhadap makna karya-karya yang tampil pada masing-masingnya. (***)

Catatan Redaksi
Muharyadi, Penggiat Seni Rupa, Kurator dan Jurnalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.