SEMANGATNEWS.COM – Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, pada tahun 2021 ini diperingati pada tangal 20 Juli tepatnya 10 Dzulhijjah pada kelender masehi.
Dalam waktu dekat ini, umat Islam di seluruh dunia memperingati Hari Raya Idul Adha. Dengan melaksanakan Salat Id dan berqurban, ada makna yang tersirat dalam perayaan Idul Adha ini.
Baca Juga: OOTD Idul Adha 2021, Tampil Modis di Hari Idul Adha ala Selebgram Bisa Jadi Ispirasi
Peristiwa Hari Raya Idul Adha
Pada Hari Raya Idul Adha, umat muslim melaksanakan Salat Id dan menyembelih hewan qurban disetujui kambing, domba, sapi, kerbau, dan atau unta. Penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah ibadah Salat Id selesai. Daging hewan qurban yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada mereka yang berqurban, saudara, tetangga juga fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
Idul Adha dimaknai sebagai hari besar untuk memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail dengan mencoba sendiri adalah Nabi Ibrahim. Selain itu, umat Islam juga memaknai hari ini sebagai tanda puncaknya ritual ibadah haji di Mekkah. Namun sebenarnya, ibadah Idul Adha tidak hanya penyembelihan hewan qurban dan ibadah haji. Ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari hari Idul Adha.
Baca Juga: Ucapan Hari Raya Idul Adha 2021 M (1442H) yang Bagus dan Sopan
Melansir laman umra.id, perayaan Hari Raya Idul Adha adalah sebagai berikut.
Makna Perayaan Idul Adha
Selain ibadah qurban dan haji, berikut ini adalah makna-makna dari perayaan Hari Raya Idul Adha yang belum diterima;
- Semangat Berbagi: untuk Sesama Memperingati Hari Raya Idul Adha, setiap umat Muslim yang dapat disponsori untuk membeli dan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, daging qurban tidak hanya disantap bersama keluarga tetapi juga dibagikan kepada tetangga, saudara, dan juga orang-orang yang membutuhkan. Dari Kegiatan ini, Idul Adha dapat menumbuhkan semangat berbagi dan menolong untuk sesama.
- Disajikan pengorbanan Ibadah: pada hari Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk selalu memberikan pengorbanan untuk segala sesuatu yang dilakukan.
- Menghargai Keikhlasan Idul Adha: dapat mengingatkan umat muslim untuk senantiasa ikhlas atas cobaan yang diberikan. Dengan ikhlas, ujian seberat apapun InsyaAllah akan mendapatkan hikmah yang terbaik dari Allah SWT.
- Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT: Sesuai makna dari kata Qurban yang berasal dari kata Quraba atau dekat, ibadah qurban pada hari Idul Adha memiliki makna kedekatan. Tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, Idul Adha juga menjadi sarana mendekatkan diri pada keluarga dan saudara.
- Silaturahmi Pada Hari Raya Idul Adha: diadakan tradisi kunjungan sanak saudara. Interaksi denganTetangga Dan Kerabat dapat terjalin ketika Pelaksanaan salat Idul Adha Dan penyembelihan Hewan qurban. Walau sekarang sedang masa pandemi, itu bukalah suatu alasan untuk melakukan silaturahmi, kamu bisa menggantinya dengan bersilaturahmi lewat media sosial atau via video call dan telepon.
- Segalanya Milik Allah SWT:Melalui perayaan Idul Adha, umat muslim menyambut apa yang ada di langit dan bumi milik Allah SWT . Semua harta benda milik sejatinya adalah milik Allah SWT.
Demikian makna perayaan Idul Adha yang sebenarnya. Selain banyak manfaat yang didapat, kebalikan kebahagiaan dan keberkahan akan diraih melalui hari besar ini.
Baca Juga: 15 Twibbon Hari Raya Idul Adha 2021, Frame Pilihan Desain Paling Manarik di Twibbonize.com
Adapun sejarah peringatan Hari Raya Idul Adha
Sejarah Peringatan Hari Raya Idul Adha
Sebagai seorang Muslim yang beriman tentunya sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengetahui sejarah di balik terjadinya hari-hari penting, termasuk pada Hari Raya Idul Adha.
Asal muasal Idul Adha bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu dari Allah SWT melalui sebuah mimpi. Sebagai salah satu utusan yang dipercaya oleh Allah untuk menyebarkan ajarannya, Nabi Ibrahim percaya bahwa mimpi yang dia lihat saat itu merupakan pertanda perintah dari Allah SWT.
Pada mimpi tersebut nabi Ibrahim melihat dirinya sedang menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail. Mimpi tersebut tentunya membuat Nabi Ibrahim gundah karena harus mengorbankan anaknya sendiri. Apakah ia sebagai seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri?
Baca Juga: OOTD Idul Adha 2021, Tampil Modis di Hari Idul Adha ala Selebgram Bisa Jadi Ispirasi
Nabi Ibrahim Menyampaikan Isi Mimpinya
Ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih besar dibandingkan dengan kecintaan kepada Nabi Ismail. Hal ini dibuktikan dengan Nabi Ibrahim yang akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ada dalam mimpinya saat itu.
Namun, hal yang tak terduga justru keluar dari mulut Nabi Ismail sendiri. Nabi Ismail justru menyetujui apa yang sudah diceritakan oleh ayahnya.
Nabi Ismail dengan sukarela untuk menerima perintah Allah SWT kepada nabi Ibrahim tersebut.
Baca Juga: 15 Twibbon Hari Raya Idul Adha 2021, Frame Pilihan Desain Paling Manarik di Twibbonize.com
Godaan Setan Terhadap Nabi Ibrahim
Sesaat sebelum Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail, muncul setan yang datang menghampiri dengan bisikan-bisikan sesatnya agar Nabi Ibrahim mengurungkan niatnya tersebut. Tetapi keimanan dan keputusan Nabi Ibrahimdikala itu sudah bulat. Ia mengambil batu kemudian melemparkannya kepada setan dengan teriakan “Bismillahi Allahu Akbar”.
Sampai saat ini peristiwa tersebut diabadikan dengan istilah ‘lempar jumrah’, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian saat melakukan ibadah Umrah.
Kedatangan Malaikat Jibril
Hal tidak masuk akal terjadi saat Nabi Ibrahim mencoba untuk menyembelih Nabi Ismail, pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam terpental secara terus menerus. Ditengah usaha yang tengah dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Nabi Ismail meminta agar talinya dilepaskan sebagai tanda kepasrahan atas perintah Allah.
Ditengah usaha yang dilakukan Nabi Ibrahim secara tiba-tiba malaikat Jibril datang menghampiri mereka berdua untuk menukar Nabi Ismail dengan hewan ternak yakni Qurban. Dari peristiwa tersebut kemudian dijadikan perayaan Hari Raya Idul Adha atau dikenal dengan istilah Idul Qurban.
Baca juga: Caption Idul Adha 1442H/2021M: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha Pilihan
Hari Raya Idul Adha Diperingati
Tanggal 10 Dzulhijjah ditetapkan sebagai hari dimana Nabi Ibrahim memutuskan untuk melaksanakan perintah Allah, yakni untuk menyemblih Nabi Ismail. Mulailah Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail. Diikatlah kedua kaki dan tangan Nabi Ismail, kemudian dibaringkan di lantai.
Sekian adalah ulasan tentang sejarah Idul Adha. Semoga dapat memberikan wawasan yang dapat menambah ketakwaan anda kepada Allah SWT.
Baca Juga: Ucapan Hari Raya Idul Adha 2021 M (1442H) yang Bagus dan Sopan
*berbagai sumber
