Pematung Rosli Zakaria, Berkarya Baginya dengan Hati Bersih dan Santun

by -
Pematung Rosli Zakaria, Berkarya Baginya dengan Hati Bersih dan Santun
Rosli Zakaria dan penulis

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Rasanya tak ada yang tidak kenal dengan nama Rosli Zakaria asal negeri Jiran Malaysia, salah seorang seniman patung peserta pameran internasional 95 tahun Arby Samah yang berlangsung sejak 19 sd 23 Juni 2025 di Galeri Seni Taman Budaya, Sumatera Barat, Jalan Diponegoro 31 Padang.

Baca Juga : Peserta Pameran Internasional 95 Tahun Arby Samah Kecewa Atas Ketidakhadiran Walikota Padang Pada Agenda Gala Dinner Yang Telah Dijanjikan

Bergelar doktor, lelaki kelahiran Malaysia, 27 Agustus 1964 ini yang berprofesi sebagai pendidik dan seniman tersebut melalui kiprahnya mematung telah bertualang ke banyak negara, apalagi untuk Indonesia yang telah sekian kalinya diikutinya seperti pameran seni rupa di Aceh, Yogtakarta dan kini di Padang.

Patung Karya Rosali Zakaria (Malaysia) pada pameran 95 Tahun Arby Samah – Foto : Muharyadi --
Patung Karya Rosali Zakaria (Malaysia) pada pameran 95 Tahun Arby Samah – Foto : Muharyadi —

Untuk luar negeri Rosli berkepala plontos ini, ia pun pernah berpameran selain di Malaysia, juga di Indonesia, Vietnam, Beijing, Singapura dan India.

Satu diantara belasan karya seniman yang berpameran pada kegiatan pameran di Taman Budaya Sumatera Barat, karya eksplorasinya berbahan baja, mampu memukau dan menghipnotis mata pengunjung di ruang pameran.
Berulang kali pengunjung yang memasuki ruang pameran, mengamati karyanya yang terbilang unik dan menarik. Tak puas mata memandang, ujar sejumlah pengunjung di galeri seni Taman Budaya Sumbar.

Dalam ranah kreatifnya Rosli Zakaria tidak takut untuk bermain dengan bentuk dan materi, menciptakan karya yang unik dan menyentuh hati. Karena menurunya dalam seni tidak ada batasan atau aturan yang ketat dalam menyampaikan ide, perasaan maupun emosi melalui karya berbekal pengalaman demi pengalaman yang dilalui selama ini.

Dalam bincang bincang semangatnews.com, Senin (23/06/25) di Galeri Taman Budaya dengan Rosli Zakaria, di Malaysia sendiri ia memiliki nama besar dari tiga generasi seperti Sanip Lasman, Rosli Zakaria dan Fakhrul Zaman.
Kita mengamati, ide-ide dan pemikiran aneh Rosli Zakaria tentang bagaimana ia menghadapi realitasnya sebagai seniman dan akademisi, secara unik tertuang dalam komposisi karya seninya yang dieksekusi dengan penuh gairah dan ketekunan, untuk kemudian dinikmati publik.

Rosli Zakaria menyebutkan, ia memulai debut perjalanan seni profesionalnya sejak akhir tahun 80-an silam, guna membentuk seni dan perubahan signifikan dalam iklim kancah seni Malaysia dengan realitasnya sebagai seniman dan akademisi, kerap ia tuangkan dalam komposisi karya seninya yang dieksekusi dengan penuh gairah dan ketekunan.

Hingga karya karyanya di Malaysia mampu menempatkan dirinya sebagai sosok inspiratif bagi generasi seni muda di negeri Jiran, terutama seni patung bergaya khasnya.

Sebagai sarana komunikasi Rosli Zakaria yang juga seorang youtuber ini kerap mengeksplorasi subjek dan kontennya, di mana dapat dikatakan bahwa sebagian besar karya seninya muncul sebagai representasional sekaligus semi-abstrak, yang kadang seperti menari-nari membangun hubungan dengan sesuai sifat 3 dimensi masing-masing dibingkai oleh ruang dan waktu.

Karya seni yang disajikan Rosli Zakaria, secara wajar dikonsumsi sebagai rasa respons dan reaksi dari seniman terhadap suatu situasi dalam waktu dan ruang tertentu, seperti misalnya seri ‘Coronavirus (2020)’, dengan bentuk representasionalnya serta bagian-bagian yang terdislokasi semi-abstrak yang bergulat antara hati nurani dan akal sehat realitas pemirsa.

Dari catatan kita, Rosli Zakaria yang dinilai teman teman peserta pameran sangat santun dan komunikatif kepada siapapun sesuai kodratnya orang Melayu, disebut tidak hanya mengomunikasikan ide, pikiran, dan perasaannya melalui bentuk-bentuk karya seninya yang khas selama ini dari banyak yang dihasilkan melalui ranah kreatitasnya, juga sekaligus mempelopori jalur gaya artistiknya yang unik untuk dipelajari dan dieksplorasi masyarakat.

Di Malaysia sendiri Rosli Zakaria disebut yang pembawa nilai terhadap dunia seni dan akademis lokal, dipandang sebagai isyarat yang baik hati, tidak hanya untuk negara bagian Johor, tetapi juga terhadap negara Malaysia.

Menurut Rosli Zakaria karya-karya yang dipresentasikan selama ini untuk publik, memiliki pesan dan makna bahwa ; kesenjangan antara seni dan masyarakat lokal dapat diisi oleh pengalaman kreatif yang begitu hidup sekaligus inklusif, untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai suatu proses yang utuh, terlepas dari eksklusivitasnya. (muharyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.