Peserta Pameran Internasional 95 Tahun Arby Samah Kecewa Atas Ketidakhadiran Walikota Padang Pada Agenda Gala Dinner Yang Telah Dijanjikan

by -
Anita Dikarina, Ketua Pameran Patung Interasional 95 Tahun Arby Samah pematung abstrak pertama Indonesia
Anita Dikarina, Ketua Pameran Patung Interasional 95 Tahun Arby Samah pematung abstrak pertama Indonesia

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Para seniman dan pematung internasional yang berpartisipasi dalam Pameran Patung Internasional 95 Tahun Arby Samah menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Walikota Padang dalam acara Gala Dinner yang telah dijanjikan sebelumnya sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peserta pameran internasional di kota Padang.

Baca Juga : Arby Samah Tonggak Sejarah Hadirnya Patung Abstrak di Indonesia

Acara Gala Dinner yang berlangsung Jumat malam, 20 Juni 2025, pukul 20.00 di Restoran Damar Shaker Jalan KH Ahmad Dahlan, Alai, Kota Padang sebagaimana dijanjikan kepada panitia dan akan dihadiri langsung Walikota Padang sebagai tuan rumah, namun ternyata membuahkan hasil kekecewaan yang amat mendalam.

tamu peserta pameran  pematung internasional dari lima negara dan tuan rumah Indonesia sedang menunggu kehadiran Wali Kota Padang
tamu peserta pameran pematung internasional dari lima negara dan tuan rumah Indonesia sedang menunggu kehadiran Wali Kota Padang

Di tunggu tunggu hampir dua jam yang sebelumnya telah diagendakan bertemu Wali kota Padang, ternyata Wali Kota sendiri tidak jadi hadir tanpa pemberitahuan resmi kepada para tamu dan panitia pameran.

Ungkapan kekecewaan ini di sampaikan ketua pelaksana Pameran Internasional 95 th Arby Samah, Anita Dikarina kepada semangatnews.com, Jumat malam 20/06/25 di Padang.

Padahal pihak panitia sebelumnya telah mengupayakan berbagai cara agar acara momen gala diner ini berlangsung dengan baik antara Wali Kota Padang dengan tamu yang diundang.

Setelah hampir dua jam menunggu, Wali Kota Padang mengutus sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina untuk menemui tamu undangan yang menyatakan ; pak Wali Kota Padang tidak bisa hadir karena ada tugas lain,” ujar Anita Dikarina menirukan ucapan Rina.

“Makan dan minum semua peserta gala diner dibayar Pemko Padang,” ujar Anita Dikarina mengutip menyampaikan pesan Wako melalui Rina dengan raut kecewa.

Masalahnya bukan perkara bayar membayar, tapi acara gala diner dapat dijadikan momen penting sebagai bentuk dialog lintas negara yang seharusnya mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota Padang, timpal Anita Dikarina lagi.

Mengingat peserta pameran selain dari Indonesia juga dihadiri seniman internasional dari Jepang, Belgia, Nepal, Filipina dan Malaysia yang hasilnya nanti diharapkan terjadi interaksi positif peserta pameran dengan Wali Kota Padang, ujar Anita.

“Kami datang jauh-jauh untuk menghormati Arby Samah sebagai pelopor patung abstrak Indonesia. Kami percaya acara ini akan menjadi jembatan diplomasi budaya yang hangat, apalagi sudah dijanjikan akan disambut secara khusus oleh Walikota. Namun, ketiadaan beliau dalam Gala Dinner sungguh mengecewakan,” ungkap Jorg Van Daele, pematung asal Belgia.

Masahito Iwano dari Jepang menyampaikan bahwa pertemuan resmi dengan kepala daerah merupakan bentuk penghormatan terhadap seniman internasional dan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung seni sebagai bagian dari diplomasi budaya global

Laxman Bhujel seniman dari Nepal menyatakan kekecewaannya ; kami setiap hari difasilitasi oleh panitia dengan kuliner dan makanan yang enak enak. Yang kita inginkan bukan sekedar makan makan, melainkan kita ingin menyampaikan bahwa kami datang dari Lintas Negara selain menghargai Arby Samah Pelopor Patung Abstrak Indonesia, juga mengharapkan adanya pertemuan dengan kepala daerah atas kehadiran kami di kota Padang yang memiliki arti penting bagi kami dari luar negeri,” ujarnya.

Yulhendri pematung urang awak yang telah puluhan bermukim dan berkarya di Yogyakarta yang karya karyanya telah merambah hingga ke Eropa, Jepang, Kanada Swiss dan Amerika juga menyatakan kecewaannya ; momen luar biasa pameran internasional seperti ini jarang terjadi yang diharapkan menjadi momen penting ajang tukar pikiran dan silaturrahmi guna memberikan masukan bidang kebudayaan dan pariwisata kota Padang,” ujar Yulhendri.

Ketidakhadiran Walikota sesungguhnya dapat menciptakan kesan bahwa kesempatan emas yang jarang terjadi ini kurang dimanfaatkan sebagai momentum penting memperkuat posisi kota Padang dalam jejaring seni global sekaligus ajang kolaborasi untuk menjaga martabat seni dan budaya serta jalinan hubungan antarbangsa yang lebih erat dikemudian hari, ujar Anita Dikarina mengakhiri. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.