Acil, Penggubah Irama Lagu lagu Bimbo yang Menyentuh dan Melegenda Melalui Lirik Lagu ; Tuhan, Rindu Rasul, Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

by -
Acil, Penggubah Irama Lagu lagu Bimbo yang Menyentuh dan Melalui Lirik Tuhan, Rindu Rasul, Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya
Acil Bimbo (20 Agustus 1943 – 1 September 2025)

Oleh : Muharyadi

JAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Kabar duka meninggalnya Acil personil Bimbo, Senin 1 September 2025 benar benar menyentakan penggemar musik tanah air. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi dunia musik tanah air. Dalam kariernya, Acil ikut membentuk warna musik Indonesia yang berkelas dan tak lekang oleh panas, tak lapuk karena hujan.

Baca Juga : Mengunjungi Pameran dan Memahami Karya Seni Rupa yang Tampil

Acil, bernama lengkap Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah kelahiran 20 Agustus 1943, selama ini dikenal berperan penting sebagai vokalis dengan suaranya yang khas ternyata juga menjadi penggubah irama musik yang membuat lagu lagu Bimbo begitu melegenda dengan mengangkat isu kritik sosial. lingkungan hidup, religi hingga perdamaian dunia menjadikan grup asal Bandung ini tetap mendunia hingga kini.

Sastrawan Taufik Ismail
Sastrawan Taufik Ismail

Sejumlah tembang digubah Acil diantaranya ciptaan Sam bernama lengkap Raden Muhamad Syamsudin Dajat Hardjakusumah  (kelahiran, 6 Mei 1942), merupakan karya paling ikonis, yang merefleksikan kedalaman spiritual akan keresahan manusia. Walau liriknya sederhana namun penuh makna. Ia bukan sekedar lagu religi tetapi berisikan doa beraransemen lembut untuk semua generasi karena menggambarkan pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan Tuhan, kehidupan, dan nasib manusia di dunia.

Sam, Jaka dan Iin Parlina
Sam, Jaka dan Iin Parlina

Simak liriknya :

Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh dengan segala peluh
Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan segala doa

Aku jauh, Engkau jauh
Aku dekat, Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertarung

Reff
Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan segala doa

Aku jauh, Engkau jauh
Aku dekat, Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertarung
Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan segala doa

Dari berbagai sumber sejarah mencatat, lagu ‘Tuhan’ yang dipopulerkan Bimbo dan Iin Parlina tahun 1973 tercipta ketika Sam Bimbo baru saja pulang dari ibadah sholat Jumat. Berawal menyimak kotbah sholat Jumat, Sam terinspirasi membuat lirik lagu Tuhan. Pulang sholat Jumat Sam langsung menulis lirik lagu Tuhan dan beberapa hari kemudian di tahun 1973 di direkam yang begitu indah dan merdu di dengar hingga ia menjadi populer.

Lain lagi dengan lagu religi berjudul “Sajadah Panjang”, yang liriknya ditulis sastrawan Taufiq Ismail merupakan sebuah mahakarya yang mengisahkan perjuangan manusia dalam menjalani hidup dan mencari makna di setiap langkahnya. Makna sajadah panjang bukan hanya sekadar alas shalat sepanjang 110 cm, tetapi sebuah metafora perjalanan spiritual yang tak pernah berakhir. Liriknya mengajarkan bahwa setiap langkah kita dalam hidup, setiap kesulitan, dan kegembiraan adalah bagian dari ibadah.

Acil membawakan lagu ini dengan penuh penghayatan, kata-katanya memiliki bobot spiritual luar biasa. Lagu ini menjadi “lagu kebangsaan” bagi banyak orang yang sedang mencari kedamaian batin. Yang menarik lagi tembang “Rindu Rasul” yang merupakan perwujudan kerinduan terhadap Nabi Muhammad SAW. Liriknya menggambarkan perasaan cinta dan kekaguman yang tulus dan menyampaikannya dengan sangat baik.

Menurut penciptanya Taufik Ismail dalam suatu wawancara televisi nasional satu dekade silam menyebut ada tiga hal terdapat di dalam lirik lagu ini ; Pertama, saya merasa cemburu sekali kepada manusia yang dilahirkan lebih 13 abad silam. Mereka diberi kesempatan bertemu langsung dengan Rasul, sementara saya tidak. Rasa cemburu itu mengantarkan saya kepada rindu yang harus disampaikan pada bait pertama tiga baris ;

Kedua : Meski berjarak tiga belas abad lamanya, tapi Rasul berasa ada disamping kita jika kita tetap mengikuti ajaran ajarannya di bait kedua. Ketiga ; dibait ketiga apa yang disampaikan Rasul kepada kita selaku umatnya, ada 14, 15 dan 16 butir masalah, ambil satu diantaranya adalah “cinta”.

Karena Rasulullah itu cinta kepada umatnya, bukan hanya kepada umatnya semata tapi kepada manusia secara keseluruhan. Pada bait terakhir Taufik Ismail memberi ilustrasi akan cinta Rasul kepada manusia. Seperti apa cinta ikhlas Rasul kepada umatnya? yang indah sekali, dan diberi perumpamaan bagai cahaya surga. sebagaimana konsep lahirnya lagu Rindu Rasul, simak liriknya :

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Reff
Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suara
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini.

Lewat lagu Rindu Rasul, umat Muslim diajak untuk bersalawat pada Rasullulah Muhammad SAW. Melalui lagu ini pula kita diingatkan akan adanya kerinduan yang besar dari umat Islam terhadap sosok Rasullulah Muhammad SAW. Meski tidak pernah berjumpa dengannya. Umat Islam saat ini sangat mencintai dan merindukan Rasulullah SAW.

Sederetan lagu lagu lain berupa tembang kritik sosial, diantaranya “Tante Sun” yang sempat membuat heboh pemerintah karena kiriknya berisikan kritik terhadap isteri pejabat yang hidup bermewah mewah dalam situasi negara sulit. Pemerintah mintak lagu Bimbo tahun 1970 an ini stop tayang untuk tidak muncul lagi di TVRI kala itu. Namun, karena lagu ini sangat disukai, Ishadi SK selaku Kepala Bagian Pemberitaan TVRI menentang dari dalam pemerintahan dan terus berjuang agar tetap tayang. Ishadi beralasan, “jangan karena satu lagu sebuah sumber inspirasi tertutup ditonton masyarakat”. Berikut liriknya.

Tante Sun… oh tante Sun
Tante yang manis
Tiap pagi giat berolah raga
Pergi bermain golf
Hingga datangnya siang
T’rus ke salon untuk mandi susu

Reff
Tante Sun… oh Tante Sun
Tante yang giat
S’gala rapat dan berbagai arisan
Pagi siang dan malam
Tak pernah terlewatkan
Oh Tante Sun… oh Tante teladan

Batu zamrud, berlian dan kerikil
Emas hingga besi beton bisnisnya
Cukong-cukong dan tauke
Direktur dan makelar
Tekuk lutut karena Tante Sun

Tante Sun… oh Tante Sun
Tante yang gaya
Tidak pernah merasa kesusahan
Senyum kiri dan kanan
Memikat tua muda
Oh Tante Sun… oh Tante Tante Sun

Kemudian lagu ciptaan Bimbo yang mendunia seperti “Antara Kabul dan Beirut” Cipt. Acil dan Jaka bahkan saat “perang dingin” Rusia dan Amerika lagu bimbo berjudul “Surat Untuk Reagan dan Andropov” dua Kepala Negara Besar Dunia tahun 1982.

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Diri anda berdua orang tua terhebat di dunia
Dan hanya dengan satu kata dari anda berdua
Dunia bisa berobah, ooh ho..ho..

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Mata anda berdua menembus seluruh dunia
Dan bahkan keluar angkasa raya
Bionik dan Supermen oh kecil dibanding anda
Ho.. ho.ho.. hoo..

Bersama surat ini kami ingin usul, sebelum perang dunia ketiga
Berikan pengumuman terlebih dahulu agar orang-orang bisa berfoto
Membuat kenang-kenangan untuk mengenang mereka
Di amsa yang akan datang dan juga mengenang anda
Ooh..

Yang Mulia, tuan Reagen dan tuan Andropov
Anda berdua damai, seluruh dunia ikut gembira
Pabila anda berdua marah, sungguh kami tak suka
Tetapi mungkinkah itu, ooh.. ho.ho.. ooh..

Sekian surat kami, maaf bila ada yang salah

Hormat kami, Bimbo…

Surat untuk kedua kepala negara besar dalam bentuk lirik lagu tersebut mendapat apresiasi tinggi kedua kepala Negara, terhadap grup musik Bimbo. Bahkan kedua negara melalui Duta Besarnya di Jakarta berebut ingin ditemui Bimbo mengingat surat dalam bantuk lagu ini menarik perhatian dunia dan sangat menyentuh.

Agar terjadi keseimbangan untuk memenui kedua kepala negara melalui Dubes Jaka, Iin Palina dan Acil menemui Dubes Rusia membawa surat untuk Andropov. Sam memberikan surat untuk Reagan melalui Dubesnya kemudian mendapat balasan dan apresiasi tinggi dari kedua kepala negara.

Si sulung Sam, Acil, Jaka Bimbo bernama lengkap Purnama Hardjakusumah (lahir 1 Mei 1946) yang semula disebut trio Bimbo dan pertengahan ’70-an, Iin Parlina adik perempuan ke-7 (lahir 1 November 1952) bergabung di dalamnya yang rata rata berpendidikan tinggi merupakan salah satu grup musik terkemuka Indonesia melalui lirik Kritik Sosial, Lingkungan Hidup, Album Religius berkolaborasi dengan sastrawan bahkan disegani dua kepala negara besar Amerika dan Rusia melalui lirik “Surat untuak Reagan dan Andropov” yang lebih enam dekade ternyata mampu eksis dan bertahan di pelataran musik tanah air di tengah gonjang ganjing musik dunia. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.