Bitcoin Melejit Lebih dari 20 Persen Sepekan, Target US$80.000 Kembali Dibidik

by

Jakarta, Semangatnews.com – Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian pasar kripto setelah mencatat reli tajam sepanjang pekan ini. Harga aset digital tersebut melonjak lebih dari 20 persen dan berhasil menembus US$77.000, bahkan sempat mendekati US$80.000 pada perdagangan Jumat (21/8/2026).

Kinerja tersebut menjadi salah satu penguatan mingguan terbaik Bitcoin dalam lebih dari dua tahun. Setelah sebelumnya sempat tertekan hingga mendekati US$60.000, BTC kini berhasil bangkit dan kembali berada pada level yang terakhir kali terlihat beberapa bulan lalu.

Perubahan arah harga terjadi cukup cepat. Investor yang sebelumnya cenderung mengurangi risiko mulai kembali masuk ke pasar setelah muncul sejumlah sentimen positif dari sisi kebijakan, likuiditas, dan arus investasi institusional.

Arus dana menuju ETF Bitcoin spot menjadi salah satu pendorong utama reli tersebut. Produk investasi berbasis Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,6 miliar sepanjang Senin hingga Kamis, termasuk sekitar US$606 juta dalam satu hari pada Kamis.

Besarnya arus dana tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin tidak hanya berasal dari investor ritel. Partisipasi melalui instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar tradisional juga memperlihatkan semakin besarnya peran investor institusional dalam pergerakan harga Bitcoin.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan kebijakan di Amerika Serikat. Dorongan Presiden Donald Trump agar Kongres melanjutkan pembahasan undang-undang yang mendukung industri aset digital memberikan harapan akan terciptanya kerangka regulasi yang lebih jelas bagi pelaku pasar.

Di sisi lain, kondisi dolar AS ikut menjadi perhatian. Pelemahan dolar serta kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Amerika Serikat membuat sebagian investor mengalihkan perhatian kepada aset yang dianggap dapat menjadi alternatif terhadap mata uang fiat. Bitcoin dan emas sama-sama menikmati momentum tersebut.

Kenaikan Bitcoin juga memicu aksi short squeeze dalam skala besar. Pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh harga BTC akan turun terpaksa menutup posisi ketika harga justru bergerak naik. Penutupan posisi tersebut kemudian memperkuat tekanan beli dan membuat reli berlangsung semakin cepat.

Namun, pergerakan Bitcoin tetap sangat fluktuatif. Setelah mencapai sekitar US$79.500, BTC kembali turun menuju US$77.000 dan menyebabkan ratusan juta dolar posisi leverage mengalami likuidasi. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kenaikan tajam Bitcoin tetap disertai risiko koreksi dalam waktu singkat.

Pelaku pasar kini mengamati apakah Bitcoin mampu melewati level psikologis US$80.000. Jika berhasil bertahan di atas area tersebut, momentum bullish dapat semakin kuat. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level US$77.000 dapat membuka ruang bagi koreksi lebih lanjut.

Reli Bitcoin pada Agustus 2026 akhirnya memperlihatkan betapa cepatnya sentimen di pasar kripto dapat berubah. Dukungan ETF, kebijakan yang lebih ramah terhadap aset digital, perubahan likuiditas, serta aktivitas perdagangan leverage menjadi faktor penting yang akan menentukan arah Bitcoin berikutnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.