Jakarta, Semangatnews.com – Lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global kini resmi tersedia untuk masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan kelima jilid tersebut pada Senin (31/8/2026), sekaligus menandai tahap baru dalam penyediaan referensi sejarah nasional yang dapat diakses publik.
Karya tersebut tidak hanya membahas sejarah Indonesia dari sudut pandang politik. Rangkaian buku ini mencoba menelusuri perjalanan panjang Nusantara melalui perubahan lingkungan, masyarakat, kebudayaan, perdagangan, hingga hubungan dengan berbagai peradaban di dunia.
Lima jilid pertama memiliki total sekitar 5.700 halaman. Materi yang sangat luas tersebut disusun untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana masyarakat Nusantara berkembang sebelum kemudian memasuki fase interaksi yang semakin intensif dengan dunia luar.
Jilid pertama menjadi fondasi pembahasan dengan tema Akar Peradaban Nusantara. Isinya menggambarkan kondisi masyarakat Nusantara dari aspek geologi, sosial ekonomi, dan kebudayaan sebelum hubungan dengan peradaban luar semakin berkembang.
Setelah itu, pembahasan bergeser ke jaringan global yang menghubungkan Nusantara dengan India, Tiongkok, dan Persia. Jilid kedua memperlihatkan bahwa hubungan masyarakat Nusantara dengan dunia internasional telah berlangsung melalui berbagai jalur pertukaran budaya dan ekonomi sejak masa lampau.
Jilid ketiga kemudian mengangkat hubungan Nusantara dengan kawasan Timur Tengah. Perkembangan komunitas Muslim, kehidupan maritim, proses akulturasi hukum, serta keberagaman masyarakat menjadi beberapa tema yang dibahas dalam bagian tersebut.
Memasuki jilid keempat, perhatian diarahkan pada kedatangan dan perkembangan pengaruh kekuatan Barat di Nusantara. Buku tersebut membahas bagaimana kekuatan lokal menghadapi situasi baru melalui berbagai bentuk kompetisi, kerja sama, maupun aliansi.
Adapun jilid kelima mengulas perubahan yang berlangsung sepanjang abad ke-19. Periode 1800-1900 menjadi bagian penting karena pada masa tersebut terjadi perubahan sosial dan perkembangan struktur kekuasaan kolonial di wilayah Nusantara.
Fadli Zon sebelumnya menegaskan bahwa buku sejarah tersebut disusun oleh para ahli. Prosesnya melibatkan 123 sejarawan yang berasal dari 34 perguruan tinggi Indonesia, dengan pemerintah berperan memfasilitasi proses penyusunan melalui Kementerian Kebudayaan.
Untuk memperluas akses, pemerintah menyediakan versi digital yang dapat dibaca masyarakat secara gratis melalui Pustaka Budaya. Kebijakan tersebut membuat buku yang memiliki ribuan halaman itu tidak hanya tersedia bagi perpustakaan atau lembaga pendidikan, tetapi juga dapat dijangkau masyarakat umum.
Kehadiran lima jilid pertama ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami sejarah Indonesia secara lebih utuh. Dengan menempatkan perjalanan Nusantara dalam arus interaksi global, buku tersebut menawarkan cara pandang yang menghubungkan perkembangan lokal dengan perubahan dunia yang turut membentuk Indonesia hingga hari ini.(*)

