Jakarta, Semangatnews.com – Chelsea harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 dengan cara yang sangat menyakitkan usai dibantai Paris Saint-Germain dalam dua leg babak 16 besar.
Tim asal London itu kalah 0-3 saat menjamu PSG di Stamford Bridge pada leg kedua, yang sekaligus memastikan agregat akhir menjadi 2-8 untuk keunggulan wakil Prancis tersebut.
Hasil ini mencatatkan rekor buruk baru bagi Chelsea, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka kebobolan hingga delapan gol dalam satu duel dua leg di kompetisi Eropa.
Pada leg pertama di Paris, Chelsea sebenarnya masih mampu memberikan perlawanan, meski akhirnya kalah dengan skor 2-5 yang sudah menempatkan mereka dalam posisi sulit.
Harapan untuk melakukan comeback di kandang sendiri pupus dengan cepat setelah PSG langsung mencetak gol di menit awal melalui Khvicha Kvaratskhelia.
Tak butuh waktu lama, Bradley Barcola menggandakan keunggulan tim tamu, membuat tekanan terhadap Chelsea semakin besar di hadapan pendukung sendiri.
Situasi semakin buruk di babak kedua ketika Senny Mayulu mencetak gol ketiga PSG, sekaligus menutup pertandingan dengan skor 3-0.
Secara keseluruhan, dominasi PSG terlihat jelas sepanjang dua leg, baik dari efektivitas serangan maupun solidnya pertahanan yang membuat Chelsea kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Kekalahan ini juga menandai salah satu hasil terburuk Chelsea dalam sejarah fase gugur Liga Champions, menyamai rekor kekalahan telak mereka sebelumnya di kompetisi Eropa.
Penampilan buruk tersebut memicu kritik keras terhadap performa tim, termasuk lini belakang yang dinilai rapuh serta kurangnya koordinasi di lapangan.
Selain itu, tekanan juga mengarah kepada pelatih yang dianggap gagal meramu strategi untuk menghadapi kekuatan PSG yang tampil sangat dominan.
Dengan tersingkirnya Chelsea secara menyakitkan, PSG pun melangkah ke babak perempat final dengan penuh percaya diri, sementara The Blues harus segera berbenah untuk menyelamatkan musim mereka.(*)

