Jakarta, Semangatnews.com – Aktris dan aktivis sosial Cinta Laura Kiehl baru-baru ini kembali dari kunjungannya ke Aceh, di mana ia menyaksikan secara langsung kondisi penyintas bencana banjir bandang yang masih berjuang untuk bangkit. Keberadaan anak-anak yang belajar di tengah keterbatasan fasilitas membuat hatinya teriris dan menghadirkan refleksi mendalam tentang arti ketangguhan dalam hidup.
Dalam kunjungan yang dilakukan bersama yayasan Act of Love dan organisasi lingkungan WWF itu, Cinta Laura berkeliling ke beberapa titik pengungsian, termasuk di Desa Uning Mas, Kabupaten Bener Meriah, yang terdampak parah pasca-bencana.
Perempuan berdarah Jerman-Indonesia ini menyampaikan cerita pilu ketika melihat anak-anak yang harus menempuh pendidikan di tenda darurat tanpa meja belajar yang layak, tanpa listrik, bahkan tanpa buku yang cukup.
“Anak-anak ini belajar di dalam tenda, tanpa meja, tanpa listrik, tanpa buku yang layak,” ungkap Cinta melalui unggahan di akun Instagramnya setelah kunjungan tersebut.
Bukan hanya soal pendidikan, ia juga menceritakan bagaimana kondisi kehidupan sehari-hari para penyintas masih begitu sulit. Hujan atau sedikit lumpur saja sudah cukup mengotori tenda tempat tinggal mereka, menjadikan aktivitas harian penuh tantangan.
Lebih menyentuh lagi, Cinta menyaksikan anak-anak yang tidur berdampingan dengan keluarga lain dan berbagi fasilitas yang sangat terbatas, termasuk kamar mandi yang harus dipakai bersama banyak orang di lokasi pengungsian.
Meski dalam kondisi ekstrem, Cinta Laura mengaku terkejut melihat semangat anak-anak dan warga setempat yang tetap ceria serta mampu menyambut tamu dengan senyum, bahkan ketika situasi kehidupan mereka sangat jauh dari kata nyaman.
Kunjungan ini tidak hanya membuatnya sedih, tetapi juga menyadarkannya tentang pentingnya rasa syukur atas nikmat hidup yang sering terlupakan oleh mereka di kota besar.
“Aku sangat terharu dengan ketangguhan anak-anak ini dan orang tua mereka. Itu menunjukkan kekuatan sejati,” kata Cinta Laura, mencerminkan pengalaman emosionalnya selama berada di Aceh.
Ia pun mengimbau publik untuk tidak berhenti membantu penyintas bencana, karena proses rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan serta hunian layak masih panjang dan memerlukan dukungan nyata.
Cinta juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari relawan lokal, organisasi masyarakat, hingga donatur, agar kehidupan anak-anak di Aceh yang terdampak segera membaik dan mereka bisa mendapatkan hak pendidikannya dengan layak.
Pengalaman ini kembali memantapkan kiprah Cinta Laura sebagai sosok publik yang peduli terhadap isu kemanusiaan, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk terus berbagi bantuan kepada korban bencana di Aceh.(*)

