Jakarta, Semangatnews.com – Upaya meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, membuahkan hasil menggembirakan. Lahan percontohan yang dikembangkan Pupuk Indonesia di Desa Lumban Toruan berhasil menghasilkan produktivitas padi mencapai 12,3 ton per hektare, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan hasil sebelumnya yang berada di kisaran 6 ton per hektare.
Peningkatan tersebut diperoleh melalui program demplot yang dirancang untuk memperkenalkan praktik budidaya dan pemupukan yang lebih tepat kepada petani. Program ini sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat kembali mengoptimalkan lahan sawah yang sebelumnya mengalami penurunan produktivitas.
Pupuk Indonesia tidak menjalankan program tersebut sendirian. Perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi serta melibatkan PPL dan petani dalam proses budidaya hingga pengukuran hasil panen.
Hasil panen kemudian diukur menggunakan metode ubinan. Pengukuran dilakukan bersama oleh Pupuk Indonesia, penyuluh dan petani sehingga capaian produksi yang diperoleh dari lahan demplot dapat diketahui berdasarkan sampel tanaman secara objektif.
Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia Hendra Sagita menjelaskan bahwa peningkatan hasil panen tidak terjadi hanya karena pemberian pupuk. Menurutnya, pengolahan lahan yang benar, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan pendampingan selama musim tanam menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Konsep pemupukan berimbang menjadi salah satu hal yang terus didorong dalam program pendampingan pertanian. Pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan agar unsur hara dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menghindari penggunaan yang tidak efisien.
Pemerintah Kabupaten Dairi melihat capaian demplot tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kembali gairah petani dalam mengelola sawah. Produktivitas yang lebih tinggi diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada petani bahwa lahan pertanian masih memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan metode yang tepat.
Selain pemupukan, kondisi tanah menjadi faktor yang tidak kalah penting. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi mendorong petani memperhatikan tingkat keasaman tanah, antara lain melalui penggunaan pupuk organik dan kapur pertanian.
Perbaikan kondisi tanah diperlukan agar tanaman dapat menyerap unsur hara secara maksimal. Dengan tanah yang lebih sesuai untuk pertumbuhan tanaman, penggunaan pupuk diharapkan menjadi lebih efektif dan pada akhirnya dapat membantu meningkatkan hasil produksi.
Keberhasilan di Desa Lumban Toruan juga memperlihatkan pentingnya pendampingan langsung kepada petani. Pengetahuan mengenai pemupukan, pengelolaan lahan dan teknik budidaya akan lebih mudah diterapkan ketika petani memperoleh contoh nyata dari lahan percontohan yang berada di lingkungan mereka sendiri.
Pupuk Indonesia berharap pola tersebut dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Dairi. Jika produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan, Dairi berpeluang memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Utara dan berkontribusi terhadap agenda ketahanan pangan secara lebih luas.(*)

