SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM – Sawahlunto tidak hanya dikenal sebagai kota tambang bersejarah, tetapi juga sebagai rahim lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa. Di tengah semangat menjaga warisan itu, geliat baru muncul sebuah dorongan kolektif untuk mengangkat nama Djamaluddin Adinegoro menjadi Pahlawan Nasional, sekaligus merajut mimpi besar mendirikan universitas yang mengabadikan namanya.
Dalam sebuah seminar yang sarat gagasan dan harapan, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovandly Abdams, yang mewakili Wali Kota, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengabadikan nama besar Adinegoro. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadikan nama Djamaluddin Adinegoro sebagai nama jalan di kota tersebut.
Menurut Rovandly Abdams upaya ini bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan pengakuan atas jasa besar Adinegoro dalam dunia jurnalistik Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar perjuangan menjadikan Adinegoro sebagai Pahlawan Nasional dapat terealisasi.
“Semoga kolaborasi ini mampu mengantarkan tokoh pers nasional Djamaluddin Adinegoro menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya saat Membuka Seminar Perjuangan Tokoh Nasional Djamaluddin Adinegoro Dalam Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (29/42026), di Saka Ombilin Heritage Hotel Sawahlunto.
Namun, penghormatan terhadap Adinegoro tidak berhenti pada penamaan jalan atau pengusulan gelar kepahlawanan. Diskusi berkembang lebih jauh, menyentuh tantangan dunia pers di era digital. Di tengah derasnya arus media sosial, peran pers dinilai tetap krusial sebagai sumber informasi yang kredibel.
Rovandly Abdams menekankan perlunya kajian mendalam agar insan pers mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Profesionalisme, akurasi, dan integritas menjadi nilai yang harus terus dijaga, di saat informasi bergerak semakin cepat dan tak selalu terverifikasi.
Gagasan besar kemudian mengemuka dari Hasril Chaniago Tokoh Pers sekaligus Narasumber Seminar, yang mengusulkan pendirian Universitas Djamaluddin Adinegoro di Sawahlunto. Ia melihat kebutuhan akan perguruan tinggi sebagai bagian dari kebangkitan intelektual daerah yang memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh nasional.
“Kita usulkan untuk didirikan universitas Djamaluddin Adinegoro di Kota Sawahlunto. Sudah waktunya kota ini memiliki perguruan tinggi, karena banyak tokoh nasional lahir dari sini, seperti Mohammad Yamin dan Djamaluddin Adinegoro,” ungkapnya.
Usulan tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Syafrida yang mewakili Bundo Kanduang Kota Sawahlunto menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan Adinegoro sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, kontribusi Adinegoro dalam perjuangan kemerdekaan melalui dunia pers adalah warisan besar yang layak mendapat pengakuan negara.
“Adinegoro sebagai tokoh pers nasional yang sangat besar jasanya bagi kemerdekaan Indonesia sudah pantas menjadi pahlawan nasional,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari kalangan jurnalis. Saptarius menilai, realisasi usulan ini sangat bergantung pada keseriusan dan komitmen pemerintah daerah.
“Perlu diingat dukungan kepala daerah sangatlah penting untuk merealisasikan mimpi kita bersama untuk menjadikan tokoh pers nasional Djamaluddin Adinegoro menjadi pahlawan nasional. Saatnya pembuktian keseriusan Pemerintah Kota Sawahlunto,” ujarnya.
Dorongan ini bukan sekadar upaya mengenang masa lalu, tetapi juga langkah strategis membangun masa depan. Dengan menjadikan Adinegoro sebagai inspirasi, Sawahlunto berupaya menegaskan identitasnya sebagai kota yang melahirkan pemikir, penulis, dan pejuang gagasan.
Universitas Djamaluddin Adinegoro tidak hanya akan menjadi pusat pendidikan, tetapi juga monumen hidup bagi nilai-nilai jurnalisme keberanian menyuarakan kebenaran, kejujuran dalam menyampaikan fakta, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari kota kecil di Sumatera Barat ini, harapan besar terus dirajut agar nama Adinegoro tak hanya dikenang dalam sejarah, tetapi juga hidup dan menginspirasi generasi masa depan Indonesia. (Nova)

