YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Pelepasan Purna Tugas guru besar Prof. Dr. I Wayan Dana, S.St, M.Hum yang juga Sekretaris Senat ISI Yogyakarta ditandai dengan pertunjukan tari melibatkan tiga kelompok performer (Tari Sekar Pudyastuti, Tari Topeng Penglembar Keras, Tari Janger Abhinaya) serta penampilan tari istimewa Prof. I Wayan Dana sendiri sebagai refleksi artistik atas perjalanan kreatif beliau 5 Mei 2026 pukul 09.30 WIB – selesai di Concert Hall, ISI Yogyakarta.
Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan peluncuran buku berjudul “Menyulam Gerak, Menarikan Zaman” : Persembahan 70 Tahun Prof. Dr. I Wayan Dana, S. St., M. Hum.” yang ditulis 44 penulis dari berbagai latar belakang dan peluncuran Katalog Anotasi I Wayan Dana ditempat yang sama.
Dalam keterangan pihak panitia sebagaimana diteruskan dosen Tata Kelola Seni Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta Dr. Mikke Susanto, MA, kepada semangatnews.com, Selasa malam, (28/04/2026) menyebutkan kegiatan pelepasan purna tugas Prof. Dr. I Wayan Dana, S. St., M. Hum ini sebagai salah setu bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam dunia seni pertunjukan, khususnya seni tari.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Jurusan S1 Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan S1 Tata Kelola Seni Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Sinergi lintas unit ini mencerminkan penghargaan kolektif atas perjalanan panjang Prof. I Wayan Dana dalam pengembangan seni, pendidikan, dan pemikiran budaya.
Lebih dari sekadar penanda akhir masa tugas akademik, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang apresiasi atas jejak kreatif dan pemikiran Prof. Dr. I Wayan Dana, S. St., M. Hum. yang telah menyulam praktik seni, pendidikan, dan kebudayaan dalam satu napas perjalanan panjang.
Menurut Mikke Susanto rangkaian acara akan diisi dengan pertunjukan tari yang melibatkan tiga kelompok performer (Tari Sekar Pudyastuti, Tari Topeng Penglembar Keras, Tari Janger Abhinaya) serta penampilan tari istimewa oleh Prof. I Wayan Dana sendiri sebagai refleksi artistik atas perjalanan kreatif beliau.
Melalui acara ini, diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi, refleksi, sekaligus inspirasi bagi generasi seniman dan akademisi berikutnya untuk terus mengembangkan seni pertunjukan yang berakar pada nilai budaya sekaligus relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Mikke.
Dalam catatan kita, Prof. Dr. I Wayan Dana, S. St., M. Hum selain guru besar, Sekretaris Senat juga merupakan seniman dan akademisi tari ISI Yogyakarta yang dikenal luas karena eksplorasinya dalam seni pertunjukkan tradisional. Karya karyanya menonjolkan kekayaan nilai budaya dan gerakan dalam tari Bali yang banyak turut serta dalam misi kebudayaan, baik di dalam maupun luar negeri serta sering terlibat aktif dalam riset personal maupun kolaboratif dan karya karyanya banyak diterbitkan dalam bentuk buku yang tersebar dalam jurnal ilmiah. (mh)

