Dialog SMSI Pusat Bersama Mohammad Nuh dan Hatta Rajasa

oleh -

Eksploitasi Wajah Baru Tak Terelakan

Semangatnews, Jakarta – Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke cyber space tak bisa dibendung. Bahkan civil society khususnya media, dituntut pintar dan cermat dalam mengekspoiltasi wilayah baru tersebut. Tak pelak, intensitas informasi yang disajikan, tentu tak melulu bersifat peristiwa sebagai cermin wajah baru, kelengkapan data menjadi refrensi yang mendekatkan pada ilmu pengetahuan.

Baca Juga:  Sulit JP Akhir-akhir ini? Pelajari Pola Room Jackpot Fafafa Higgs Domino Terbaru Oktober 2021

Sepenggal uraian ini disampaikan Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, dalam dialog dengan Wakil Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) M. Hatta Rajasa, dan jajaran pengurus SMSI Pusat yang berlangsung di Gedung 6, Jalan Darmawangsa Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/2) malam.

”Lantas, siapa pun yang tidak mengeksplore ini (data, red) tentu akan tertinggal. Lalu apa golnya, tentu saja knowledge (Ilmu Pengetahuan). Mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

Baca Juga:  Canggih Atau Menyeramkan? Inilah Fakta Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan Yang Sudah Ada Disekitar Kita

Pola data informasi dan sistem, sambung pria jebolan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983 itu, tentu akan terus terbarukan. Sehingga nantinya akan ada basis data yang secara jelas dapat diolah menjadi informasi.

”Maka pendekatannya knowledge. Ini ada perkembangan society, lalu dijajarkan pada imaginer, di bawahnya ada basis, hasilnya fisik. Nah ini menjadi kombinasi yang memanfaatkan big data dan bermanfaat,” papar mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

Baca Juga:  PWI dan Panitia HPN Akan Terbitkan Buku HPN 2022, Silakan Kirim Tulisan Anda

Jika awalnya, media hanya mengangkat berita peristiwa, sekarang, akan lebih mendalam.

No More Posts Available.

No more pages to load.