PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Kota (HJK) ke-356 tahun.
Rapat paripurna ini, Kamis, (7/8/2025) di Ruang Sidang Utama Lantai II Gedung DPRD Kota Padang Jalan Bagindo Aziz Chan No. 1 Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat.
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memimpin rapat paripurna dan mendampingi Wakil Ketua, Mastilizal Aye, Osman Ayub, Jupri, Sekretaris DPRD dan anggota.
Muharlion mengatakan pimpinan rapat memeriksa kehadiran anggota dewan dan sesuai mekanisme rapat paripurna sudah memenuhi kuorum.
Ketua DPRD Padang Muharlion menekankan bahwa Hari Jadi Kota Padang merupakan wujud rasa syukur masyarakat untuk mengisi kembali semangat perjuangan dalam meraih cita-cita untuk masa depan kota yang lebih baik.
Muharlion menyatakan bahwa peringatan HJK bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan masyarakat tempo dulu.
“Tanggal 7 Agustus kita mengenang kembali keberanian masyarakat Pauh dan Koto Tangah yang memimpin penyerangan terhadap loji, gudang, dan benteng Belanda pada 1669. Aksi heroik ini adalah bentuk nyata bahwa masyarakat adalah pemilik sah negeri ini,” ungkapnya.
Muharlion menambahkan semangat juang tersebut menjadi fondasi yang mengilhami generasi saat ini untuk terus melanjutkan pembangunan.
“Semangat gotong royong adalah kekuatan utama kita, seperti pepatah Minang: barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” tegasnya.
Setiap tahunnya, momen ini menjadi ajang refleksi untuk mengenang jasa para tokoh pejuang yang telah berjuang tanpa pamrih demi berdirinya kota yang kita cintai.
Kini, semangat perlawanan yang tertanam dalam peristiwa 7 Agustus itu menjadi dasar ditetapkannya Hari Jadi Kota Padang.
Pada tahun ini, peringatan HJK Padang mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City” atau Rasa yang Mengikat, Warisan yang Menghidupkan.
Tema tersebut diharapkan dapat mendorong Kota Padang menjadi bagian dari jejaring kota gastronomi dunia.
“Ini bukan hanya soal cita rasa, tapi bagaimana budaya kuliner kita menjadi kekuatan ekonomi dan identitas global,” tambah Muharlion.
Muharlion juga menyampaikan ucapan selamat HJK ke-356 atas nama DPRD Kota Padang.
“Semoga kota ini semakin jaya dan masyarakatnya hidup sejahtera,” harapnya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan Kota Padang.
Fadly Amran menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi merupakan momen penting untuk memperkuat semangat membangun kota ke arah yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.
“Peringatan HJK ini bukan hanya untuk dirayakan, melainkan juga menjadi pengingat bagi kita semua agar terus bekerja keras demi kemajuan Kota Padang,” ujar Fadly.
Fadly Amran mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari unsur pemerintahan hingga warga, untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat kolaborasi, serta meneguhkan komitmen dalam mewujudkan masa depan kota yang gemilang.
“Kita berharap seluruh visi dan misi, termasuk sembilan Program Unggulan (Progul) yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, bisa diwujudkan secara maksimal. Mari kita jadikan peringatan HJK ke-356 ini sebagai energi baru untuk membangun kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih Kota Padang sejauh ini.
Mahyeldi turut memberikan pujian terhadap kemajuan kota dan sinergi yang terus terjaga antara seluruh elemen.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat Sumbar, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai keberhasilan yang diraih Kota Padang, termasuk sejumlah penghargaan nasional. Ini adalah buah dari kerja bersama seluruh pihak pemerintah kota, DPRD, aparat penegak hukum, dan tentu saja masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi Ansharullah berharap hubungan baik dan semangat kolaboratif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
Selain itu, Mahyeldi juga menilai tema HJK tahun ini, “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City” atau
“Rasa yang Mengikat, Warisan yang Menghidupkan”, tersebut sangat relevan dengan potensi besar yang dimiliki Kota Padang di bidang kuliner.
“Mari kita jadikan Kota Padang sebagai pusat gastronomi dunia yang tak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Mahyeldi Ansharullah juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk memulai langkah-langkah kecil yang bisa mendukung pencapaian tersebut.
“Mulailah dari hal-hal sederhana. Perkenalkan kuliner Padang kepada tamu-tamu yang datang, jaga kebersihan kawasan wisata kuliner, dan aktiflah mengikuti festival kuliner yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun komunitas. Bila kita lakukan bersama, langkah kecil ini akan menjadi kekuatan besar,” katanya dengan semangat.
Mahyeldi Ansharullah mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai lokal sebagai panduan dalam setiap pembangunan.
Ia menegaskan kembali filosofi Minangkabau yang menjadi dasar hidup masyarakat Sumbar.
“Alam takambang jadi guru, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai-nilai ini harus terus menjadi pegangan kita dalam menjalani pembangunan yang berlandaskan adat dan agama,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekuatan budaya kuliner, ia mengajak seluruh warga menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat yang berbasis agama dan budaya.
“Bersama, mari kita gerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Padang sebagai kota yang maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan dunia melalui pengakuan sebagai Gastronomy City,” tutupnya.
Pemerintah Kota Padang juga memberikan penghargaan Pin Emas kepada 12 tokoh yang dinilai berjasa dalam pembangunan Kota Padang di berbagai sektor.
Berikut 12 tokoh penerima Pin Emas HJK Padang ke-356:
1. Prof. Dr. Phil Gusti Asnan – pelestari seni budaya Minangkabau
2. Mas Oed Abidin – tokoh agama dan intelektual Muslim
3. Maivita AMG – penggerak komunitas dan pemberdayaan perempuan
4. Syafrizal – tokoh sosial kemasyarakatan
5. Ilham Akbar – pegiat lingkungan hidup
6. Ihsan – aktivis kemanusiaan
7. Hendra Syahputra – pembina olahraga dan tokoh kepemudaan
8. Christine Hakim – pendukung koperasi dan UMKM
9. Prof. Dr. Elfindri – akademisi dan pemikir pendidikan
10. Dr. Elfrida Aziz – tokoh kesehatan dan edukator publik
11. Muslim M. Yatim – penggerak jaringan sosial
12. Hasril Chaniago – pelopor di bidang komunikasi dan TIK
Hadir juga Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah tokoh nasional dan perwakilan negara sahabat, termasuk Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel. (ADV)
