Jakarta, Semangatnews.com – Dalam kunjungan kenegaraan ke Australia, Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah spesial kepada anjing peliharaan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang bernama Toto.
Momen itu terekam dalam unggahan resmi pemerintah, di mana Presiden Prabowo menyerahkan sebuah kotak berisi kaos dan tali pengikat untuk Toto.
Kaos yang diserahkan berwarna putih dengan pinggiran merah, dan bagian depan bertuliskan nama “TOTO”. Sementara tali penuntun hewan tersebut juga disertai tulisan “TOTO”.
Sekretaris Kabinet menyebut bahwa pemberian hadiah tersebut adalah wujud diplomasi yang lebih personal, di mana ikatan antarnegara dapat dibangun melalui hal-hal kecil namun bermakna.
Menurutnya, diplomasi tidak harus selalu dalam bentuk perundingan, negosiasi, atau forum formal. Bahkan binatang peliharaan pemimpin negara bisa menjadi simbol persahabatan antarbangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Albanese tampak tersenyum lebar dan senang ketika menerima kotak hadiah dari Presiden Prabowo. Situasi yang hangat ini menunjukkan sisi manusiawi dari diplomasi kenegaraan.
Hadiah ini juga merupakan bagian dari pertukaran simbolis sebelumnya. PM Albanese pernah memberikan syal merah bertuliskan “Australia ❤️ Indonesia” untuk kucing Presiden Prabowo sebagai bentuk reciprocity diplomasi personal.
Simbolisme kaos dan tali untuk Toto bermakna lebih dari sekadar suvenir; ia menjadi jembatan keakraban dan sinyal bahwa kedua negara menghargai aspek non-formal dalam hubungan bilateral.
Bagi Indonesia, tindakan ini mendukung citra negara yang hangat dan ramah, sementara bagi Australia, penerimaan hadiah dari pemimpin asing menjadi simbol bahwa hubungan kedua negara berada dalam fase kepercayaan yang tinggi.
Momen ini juga menjadi pengingat bahwa diplomasi bukan hanya soal kesepakatan besar, kontrak, atau keamanan nasional, tetapi juga soal kehadiran, kehangatan, dan gestur kemanusiaan yang menguatkan hubungan antarnegara.
Dengan diangkatnya momen kecil seperti hadiah untuk binatang peliharaan pemimpin negara, Indonesia menegaskan bahwa pendekatan diplomasi bisa lebih kreatif dan menyentuh, meninggalkan kesan positif yang sulit dilupakan.(*)
