Jakarta, Semangatnews.com – Insiden laut terjadi di perairan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tugboat dilaporkan meledak dan kemudian tenggelam. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
Kapal tugboat bernama Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab itu dilaporkan mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya terbakar dan tenggelam. Insiden tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa kapal tersebut membawa total tujuh awak kapal yang berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, empat awak kapal dilaporkan selamat, sementara tiga lainnya masih belum ditemukan.
Empat warga negara Indonesia diketahui berada di kapal tersebut saat insiden terjadi. Satu orang berhasil selamat namun mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
Sementara itu, tiga WNI lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Otoritas setempat bersama tim pencarian dan penyelamatan terus melakukan operasi untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.
Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di kawasan Teluk juga terus memantau perkembangan situasi. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi serta perwakilan RI di Oman telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan pemilik kapal.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak perusahaan operator kapal untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi awak kapal yang terlibat dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini penyebab pasti ledakan yang membuat kapal tersebut tenggelam masih dalam penyelidikan otoritas setempat. Sejumlah saksi menyebutkan kapal tiba-tiba meledak dan terbakar sebelum akhirnya tenggelam di perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Jalur ini merupakan rute utama distribusi minyak dan energi dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut juga berada dalam situasi keamanan yang meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran di wilayah tersebut semakin berisiko.
Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang bekerja di sektor pelayaran di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Para ABK juga diminta terus memantau perkembangan keamanan melalui informasi resmi dari pemerintah.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian serta memastikan perlindungan bagi para WNI yang bekerja di wilayah tersebut, sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab tenggelamnya kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz.(*)

