Menko PMK Turun Tangan: Kunjungan dan Dukungan untuk Santri Korban Reruntuhan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kerusakan masif terjadi ketika musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo runtuh tanpa diduga. Lima santri kemudian berhasil diselamatkan setelah proses evakuasi yang menegangkan. Tiga di antaranya diketahui tertimbun selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan hidup. Pemerintah pusat pun bergerak cepat, dengan Menteri Koordinator PMK turun meninjau langsung di lapangan.

Pada hari Kamis, Menko PMK Pratikno mengunjungi RSUD Notopuro untuk menjenguk empat santri yang selamat. Ia terlihat memberi semangat, merangkul, dan memotivasi agar mereka tetap kuat dalam masa pemulihan. “Tetap semangat ya, Nak. Semua akan baik,” ucapnya penuh empati kepada para korban yang tengah berjuang.

Dalam kunjungannya, Pratikno juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial dan memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan lancar. Dari pihak Kementerian Kesehatan, tim medis sudah disiapkan untuk merawat santri dengan kebutuhan khusus — baik yang mengalami luka ringan maupun yang memerlukan tindakan intensif.

Lokasi runtuhan juga dikunjungi langsung. Menko menyaksikan proses evakuasi dan mendengarkan laporan tim SAR. Ia menegaskan bahwa meskipun usaha pencarian selama tiga hari telah dilakukan secara manual, langkah lanjut menggunakan alat berat harus mendapat persetujuan keluarga agar aman bagi evakuasi.

“Kami menghargai kehati-hatian tim penyelamat,” ujar Pratikno. “Hingga saat ini, belum ada indikasi tambahan korban dalam reruntuhan yang belum ditemukan.” Namun ia juga berjanji bahwa pencarian tetap akan lanjut hingga kepastian total diperoleh.

Pihak Pemda Jawa Timur turut hadir mendampingi. Gubernur Khofifah hadir di RS serta ruang koordinasi kecamatan dan kabupaten. Ia memfasilitasi dukungan lokal mulai dari bantuan logistik hingga mobilisasi tenaga medis dan relawan antar desa.

Dari sisi keluarga korban, guncangan emosional sangat besar. Ayah dan ibu santri berkumpul di rumah sakit, sementara pihak pengasuh pesantren ikut memberikan pendampingan kejiwaan. Pemerintah daerah menyediakan layanan konseling dan psikososial untuk menenangkan hati mereka agar tetap tabah.

Seusai kunjungan, Menko PMK menyampaikan bahwa pemerintah pusat siap berkoordinasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pesantren yang rusak. Anggaran penanganan akan segera dicairkan, dan standar pembangunan kembali harus lebih kuat—memenuhi syarat struktural agar kejadian serupa tidak terulang.

Yang paling penting, kata Pratikno, adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan. “Pesantren adalah pusat pendidikan dan spiritual. Kita harus memperkuatnya, bukan hanya membangun fisik, tetapi juga sistem mitigasi bencana di lingkungan pesantren,” tuturnya.

Kunjungan Menko PMK bukan sekadar simbol, melainkan sinyal bahwa pemerintah hadir dalam derita rakyat kecil. Di tengah reruntuhan dan rasa takut, kedatangan pejabat tinggi itu menjadi angin segar bagi santri dan keluarga — bahwa mereka tak sendiri di tengah bencana.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.