Niluh Swati Seniman Kontemporer Indonesia Berkomitmen Memperkenalkan Seni Rupa Indonesia di Eropa

by -
Niluh Swati Seniman Kontemporer Indonesia Berkomitmen Memperkenalkan Seni Rupa Indonesia di Eropa
Niluh Swati Seniman asal Bali, Indonesia dan pendiri NSIAP (Niluh Swati Indonesian Art Program

Catatan : Muharyadi

BALI, SEMANGATNEWS.COM – Niluh Swati sedikit dari seniman kontemporer Indonesia asal Bali yang selain berkarya juga turut memperhatikan seniman lain di luar dirinya. Ini semua didasari telah mengenal dunia lukis, tari, dan seni ukir yang membentuk kecintaannya terhadap warisan budaya Bali.

Ketertarikannya terhadap Aksara Bali berawal ketika ia memenangkan lomba menulis Aksara Bali di bangku sekolah dasar dalam beberapa dekade silam. Sejak saat itu, ia terus mempelajari dan melestarikan aksara kuno melalui karya seni.

Karya Niluh Swati
Karya Niluh Swati

Niluh Swati pimpinan dan pendiri Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) dikenal melalui karya-karya yang mengangkat Aksara Bali sebagai identitas budaya dalam seni rupa modern. Lahir dan dibesarkan di Gianyar-Bali, ia tumbuh di lingkungan yang menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Lukisan Niluh memadukan ekspresi abstrak dengan penulisan Aksara Bali yang mengikuti kaidah linguistik dan filosofi aslinya, sehingga setiap karya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga makna budaya dan spiritual.

Tahun 2008, Niluh bergabung dengan Singapore Airlines, yang membawanya berkeliling ke berbagai negara di lima benua. Pengalaman lintas budaya tersebut memperkaya perspektif artistiknya dan menjadi sumber inspirasi dalam berkarya. Sejak tahun 2019, ia menetap di Jerman dan aktif memperkenalkan seni serta budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui berbagai pameran, workshop, dan kegiatan budaya.

Niluh Swati berkarya menggunakan media cat minyak, akrilik, dan mixed media. Selain mengangkat keindahan visual, setiap karya juga memuat nilai spiritual melalui mantra-mantra yang ditulis dalam Aksara Bali. Bagi Niluh, melukis merupakan bentuk pengabdian, pelestarian budaya, sekaligus jembatan yang menghubungkan tradisi Bali dengan dunia seni kontemporer internasional.

Untuk memperdalam wawasan akademiknya, Niluh mengikuti program Healing with the Arts di University of Florida serta Arts, Heritage Management and Curatorship di Bocconi University, Italia. Ia merupakan anggota Frankfurter Kunstverein, salah satu perkumpulan seni tertua di Jerman, serta anggota resmi Berufsverband Bildender Künstlerinnen und Künstler Frankfurt am Main (BBK Frankfurt), organisasi profesi seniman visual yang berada di bawah Bundesverband Bildender Künstlerinnen und Künstler (BBK), asosiasi nasional seniman profesional Jerman.

Karya-karya Niluh menjadi bagian dari berbagai koleksi pribadi di berbagai negara, antara lain Jerman, Belanda, Indonesia, India, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Malaysia. Pameran & Kegiatan 2016–sekarang – Karya menjadi bagian dari koleksi pribadi di berbagai negara (Jerman, Belanda, Indonesia, India, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Malaysia). 2024–2025 – Karya ditampilkan pada platform pameran seni online internasional berbasis di Paris, Prancis. 31 Mei 2025 – Memimpin kegiatan Painting Activity di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Frankfurt am Main, Jerman. 18–20 Juli 2025 – Berpartisipasi dalam ARTe Art Fair Konstanz, Bodenseeforum, Jerman. 2–5 Oktober 2025 – Berpartisipasi dalam ARTe Art Fair Wiesbaden, RheinMain CongressCenter, Jerman. 16–19 Oktober 2025 – Berpartisipasi dalam pameran di Saatchi Gallery, London, Inggris. 21 November–14 Desember 2025 – Berpartisipasi dalam pameran BBK Frankfurt am Main, Jerman. 25 November–21 Desember 2025 – Berpartisipasi dalam pameran di Paulskirche Frankfurt am Main, Jerman. 18 Juli 2026 – Narasumber dan fasilitator workshop “Mengenal Aksara Bali bersama Niluh Swati”, diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt am Main, Jerman. 11–13 September 2026 – Berpartisipasi dalam ARTe Art Fair Wiesbaden, RheinMain CongressCenter, Jerman.

Melalui karya-karyanya, Niluh Swati memiliki misi untuk memperkenalkan dan melestarikan Aksara Bali sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Ia percaya bahwa seni bukan hanya untuk dinikmati secara visual, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, penyampai nilai spiritual, dan jembatan yang menghubungkan tradisi dengan generasi masa depan.

Kejutan yang saat akan dilakukannya adalah menghimpun 27 seniman seni rupa Indonesia untuk tampil di ajang bergengsi di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman pada 11–13 September 2026 mendatang merupakan komitmennya untuk memajukan dunia seni rupa kontemporer Indonesia di tengah tengah seni rupa kontemporer Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki banyak seniman berkualitas, tetapi masih banyak yang kesulitan menembus pasar internasional karena keterbatasan akses, informasi, jaringan, dan biaya.

Melalui NSIAP, saya ingin menjadi jembatan yang membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berpameran, membangun relasi, dan berkembang di dunia seni internasional,” ujarnya kepada Semangatnews.com, kamis sore, (23/07/26) (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.