NSIAP Memboyong 27 Perupa Indonesia Berpameran di Ajang Bergengsi di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman 11 sd 12 September 2026

by -
NSIAP Memboyong 27 Perupa Indonesia Berpameran di Ajang Bergengsi di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman 11 sd 12 September 2026
Niluh Swati Pimpinan dan Pendiri NSIAP (Niluh Swati Indonesian Art Program) Bali

BALI, SEMANGATNEWS.COM – Seniman wanita Niluh Swati asal Bali, Indonesia dan Pimpinan dan Pendiri NSIAP (Niluh Swati Indonesian Art Program) menghimpun sejumlah perupa Indonesia untuk berpartisipasi dalam ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026. Program ini diinisiasi untuk membuka akses seniman Indonesia ke pasar seni Eropa sekaligus memperluas jejaring internasional melalui salah satu art fair bergengsi di Jerman.

Pameran yang akan berlangsung sejak 11–13 September 2026 di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman, akan menghadirkan untuk memperkenalkan karya-karya perupa Indonesia kepada kurator, galeri seni, kolektor, dan pelaku industri seni Eropa.

Pendiri NSIAP, Niluh Swati kepada Semangatnews.com, Kamis siang (23/07/26) menyebutkan ; sesuai visi dan misi pameran ini lahir dari pengalamannya sebagai seniman Indonesia yang membangun karier di Jerman sejak 2019.

Niluh merasakan sendiri tantangan memasuki dunia seni di Eropa, mulai dari membangun jaringan hingga memahami sistem galerinya. Karena itu Indonesia memiliki banyak seniman berkualitas, tetapi masih banyak yang kesulitan menembus pasar internasional karena keterbatasan akses, informasi, jaringan, dan biaya. Melalui NSIAP, saya ingin menjadi jembatan yang membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berpameran, membangun relasi, dan berkembang di dunia seni internasional,” ujarnya.

Ke 27 seniman yang berpartisipasi itu seperti ; I Wayan Mardiana, Doddy “MR D” Hernanto, Fahmi DNR, Arzethian, Putu Arcana, Prassboedhi, Agus Wicaksono, Con, Didik Hamdi, Dodi Darussalam, Achy Askwana, Epot Owl, Hary Nurdianto, Harhari Gustaf, Ifat Futuh, Juan Widhiyanto, Kusswoyo, I Made Sesangka Puja Laksana, Masadjie Noer, Rizal Ramdhani, Restu Adi, Sanher, Sapto Oetomo, Tingga, Yuni Daud, Zulfian Hariyadi, dan Niluh Swati.

Ketika ditanya apa saja tantangan membawa 27 perupa berpaneran di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman tersebut? Menurut Niluh tantangannya bukan hanya membawa karya ke Eropa, tetapi juga mempersiapkan seniman agar siap bekerja secara profesional.

Banyak seniman Indonesia memiliki karya yang sangat baik, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam hal administrasi internasional, seperti membuat Certificate of Authenticity, invoice profesional, memahami kontrak, hingga penggunaan tanda tangan elektronik. Melalui NSIAP, kami tidak hanya membuka akses pameran, tetapi juga membimbing para seniman agar siap memasuki pasar seni internasional.

Namun demikian, sambutan dan respons para pemerhati seni di berdasarkan pengalaman saya mengikuti berbagai pameran di Jerman, respons terhadap karya seniman Indonesia sangat positif. Publik Jerman tertarik pada kualitas karya, cerita, dan identitas budaya Indonesia.

Namun, untuk respons terhadap pameran NSIAP di ARTe Wiesbaden 2026, tentu masih akan kami lihat karena ini merupakan program pertama kam yang harapkan pameran ini mendapat sambutan yang baik dan membuka peluang kolaborasi di masa mendatang,” ujar Niluh Swati memaparkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.