YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Pameran Arsip Seni “Renjana Bhuwana” Sultan Hamengku Buwono VII dan Ambarrukmo menyuguhkan ratusan arsip tekstual, visual, audiovisual, serta instalasi alam dengan balutan tanaman, janur dan bunga akan digelar di Pendopo Ambarrukmo Yogyakarta sejak 24 sd 26 Oktober 2025 mendatang.
Baca Juga : Prof. Farida Mayar, Guru Besar UNP Menekuni Seni Lukis di Sela sela Kesibukannya
Melalui pameran ini diharapkan dapat mengungkap visualisasi kosmologi Jawa yang menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam. Selain sebagai bagian dari tugas mata kuliah “Kurasi Arsip” di kampus ISI Yogyakarta, pameran ini sebagai sarana pembelajaran sejarah dan seni yang diteladankan oleh Sultan Hamengku Buwono VII dengan ragam peninggalannya di kompleks Ambarrukmo, Yogyakarta sebagaimana disampaikan kurator pameran Abdul Aziz Muzakkir kepada Semangatnews.com. Rabu sore, (22/10/25).
Menurut Abdul Aziz Muzakkir “Renjana Bhuwana” secara harfiah bermakna ”Hati & Bumi”. Berkisah tentang Pesanggrahan Ambarrukmo dan penghuninya : Sultan Hamengku Buwono VII.
Ambarrukmo merupakan satu dari sebelas pesanggrahan yang telah dibangun oleh Kasultanan Ngayogyakarta. Sebuah pesanggrahan dengan sejarah yang unik, karena paling banyak memiliki perubahan fungsi sekaligus menjadi bagian dalam proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pameran yang rencana akan dibuka Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn, M.T bersama GM Royal Ambarrukmo Yogyakarta Jumat 24 Oktober 2025, jam 16.00 WIB itu diharapkan dapat mengungkap visualisasi kosmologi Jawa yang menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam. Selain sebagai bagian dari tugas mata kuliah “Kurasi Arsip” di kampus ISI Yogyakarta.
Pameran dengan Kegiatan Pendukung 25 dan 26 Oktober 2025 berupa “Tour Kompleks Ambarrukmo” yang dibagi dalam dua sesi 1 pukul 10.00 – 11.00 dan Sesi 2 Pukul 14.00 – 15.00 sebagai sarana pembelajaran sejarah dan seni yang diteladankan oleh Sultan Hamengku Buwono VII dengan ragam peninggalannya di kompleks Ambarrukmo,” ujar Abdul Aziz Muzakkir memberi penjelasan. (mh)
Kurator pameran Arsip Seni Renjana Bhuwana, Abdul Aziz Muzakkir.
