BANYUWANGI, SEMANGATNEWS.COM Suatu Pameran Seni Visual Luar Ruangan mengangkat “FORA FAUNA : Kebun Binatang Seni” digelar selama sebulan penuh sejak 9 Agustus sd 9 September 2025 mendatang di Taman Gandrung Terakota Jiwa Jawa Ijen Resort, Banyuwangi, Jawa Timur yang menampilkan belasan perupa Nasional.
Pameran digelar atas kerjasama ISI Yogyakarta bersama Jazz Gunung, Jiwa Jaya dan Senetra tersebut secara simbolik, bukan sekadar menampilkan sosok fauna, tetapi mengajak publik untuk membayangkan dan merespons keterancaman ekosistem, mengolah kembali relasi manusia dan satwa, serta merayakan makna-makna tersembunyi dari dunia binatang sebagai cermin kehidupan melalui kritik sosial melalui melalui karya karya yang tampil.

Kurator pameran Mikke Susaanto kepada Semangatnews.com, Jumat sore (8/8/25) menyebutkan, pameran ini merupakan tindaklanjut dari pameran yang digelar di Jazz Gunung Bromo, Juli 2025 lalu. Kali ini dalam pameran yang turut meramaikan “Jazz Gunung Ijen” menyuguhkan konsep dan tema berbeda.
Para pematung diundang untuk menghadirkan karya-karya luar ruang yang mengangkat bentuk, gerak, dan karakter berbagai jenis binatang. Karya-karya mereka bergaya nyata (realistik) sampai imajinatif, sebagai metafora dari kekayaan hayati yang hidup berdampingan dengan manusia.

Menurut Mikke Susanto, sebagai sebuah “kebun binatang seni,” pameran ini ingin menggugah kesadaran publik untuk menjaga keberlanjutan hutan dan segala isinya. Setiap patung menjadi penanda kehadiran dan suara binatang-binatang yang selama ini tersembunyi, terabaikan, atau terancam punah. Dengan berjalan menyusuri taman dan berhadapan langsung dengan karya-karya ini, pengunjung diajak mengalami ulang hubungan spiritual, ekologis, dan emosional antara manusia dan fauna.

Pameran ini menjadi ruang imajinasi kontemplatif—sekaligus ruang harapan—bahwa seni dapat menjembatani kepedulian dan merawat keseimbangan alam. Sekumpulan karya-karya ini menjadi fora (jamak dari kata “forum”) dimana para binatang dan pecintanya saling berdialog dan menandai keberadaannya.

Patung-patung sebagian karya para dosen dan alumni ISI Yogyakarta tersebut ditempatkan di taman terbuka Taman Gandrung Terakota – Jiwa Jawa Resort Ijen—sebuah lanskap alami di lereng Gunung Ijen yang dikelilingi hutan tropis, kabut, dan aroma yang sejuk. Pameran ini bukan sekadar menampilkan sosok fauna, tetapi mengajak publik untuk membayangkan dan merespons keterancaman ekosistem, mengolah kembali relasi manusia dan satwa, serta merayakan makna-makna tersembunyi dari dunia binatang sebagai cermin kehidupan atau kritik sosial/politik.
Sejumlah peserta yang berpartisipasi dalam pameran ini terdapat nama seperti : Arlan Kamil, Arif Suharson, Albertho Wanma, Budi Hartono, Butet Kartarejasa, Dunadi, Daruslan, Endro Tri Susanto, Heru Siswanto, Hedi Hariyanto, Komroden Haro, Nor Jayadi, Lutse Lambert DM, M. Sholahuddin dkk., Dwita Anja Asmara, Purjito, dan Timbul Raharjo,” jelas Mikke Susanto. (mh)
