Sari Yok Koeswoyo Penyanyi Legendaris, Kini Juga Menekuni Dunia Seni Rupa

by -
Sari Yok Koeswoyo Penyanyi Legendaris, Kini Juga Menekuni Dunia Seni Rupa
Sari Yok Koeswoyo

JAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Siapa sangka Sari Yok Koeswoyo yang dulunya menjadi penyanyi dan artis layar lebar sejak tahun 1975, dalam beberapa tahun terakhir serius menekuni seni rupa sebagai pilihannya.

Baca Juga: Ruang Garasi Jakarta Selatan Menggelar Pameran Seni Grafis “Welas Asih” Kelompok 7  

Dari tujuh perupa yang berpameran seni grafis di Ruang Garasi di Jalan Gandaria IV/2 Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sejak Sabtu 22.02.25 hingga 8 Maret 2025 mendatang terdapat nama Sari Yok Koeswoyo.

Sari Yok Koeswoyo, LARAS, Linocut Prin On Paper, 14,8x21 cm, 2024
Sari Yok Koeswoyo, LARAS, Linocut Prin On Paper, 14,8×21 cm, 2024

Wanita anak pertama legendaris Koes Plus, Yok Koeswoyo kelahiran 20 Agustus 1968 pada pameran kelompok 7 mengangkat tema Welas Asih/Kasih sayang itu sejak 2019 hingga kini tetap berkarya, berpameran dan berkarya lagi sebagaimana dibenarkan pimpinan Ruang Garasi yang juga pelukis wanita Indonesia, Kana Fuddy Prakoso, di Jakarta, Selasa, (25/02/25)

Bagi Sari Yok Kuswoyo bernama lengkap Lousa Herning Hapsari saat mengikuti pameran di ruang garasi ini menurut Kana Fuddy Prakoso merupakan pameran kelompok yang kesekian kalinya diikuti bintang TV dan layar lebar itu.

Sari Yok Koeswoyo, “SAKA”, Linocut Print On Paper, 14,8x21cm, 2024
Sari Yok Koeswoyo, “SAKA”, Linocut Print On Paper, 14,8x21cm, 2024

Diatara pameran yang diikuti sepupu Chicha Koeswoyo ini adalah ; “Japuik Tabaok II” (2019), Parade Pameran Tunggal 51 Perupa, Napak Langit (2/12/21 – 2/02/22), Amalgamasi bagian dari pameran FDI serentak selurug Indonesia, Harkat! Melukis Bersama 20 perempuan di bundaran HI Jakarta (22.05.22), Pameran bersama di Tugu Kunsktring Pales, Gelar karya Kalatanda di Perpusnas (2022), Gelar Karya Perpustakaan Nasional (2023), Pameran Lakon Apa di Ruang Garasi (2023), Weruh Ruang Garasi (2024) dan Pameran Welas Asih (2025).

Pada pameran ini Sari Yok Koeswoyo menampilkan empat karya seni grafis dengan garis garis liar dan tebal mengisi ruang padat tanpa kehilangan nilai artistik dan estetiknya. Ini salah satu bentuk respon altruistik terhadap kondisi kemanusiaan untuk kembali mengutamakan dan menumbuhkan rasa welas asih.

Dalam catatan yang ada artis anak legendaris Yok Koeswoyo/Koes Plus, Sari Yok Koeswoyo mulai aktif bernyanyi sejak tahun 1976 mengikuti jejak sepupunya Chicha Koeswoyo. Selain bersenirupa dalam lima tahun terakhir di kancah nasional. Bakat menyanyi diturunkan dari ayahnya Yok Koeswoyo dan keluarga besar Koeswoyo.

Album perdananya yang bertitel Kemarau di luar dugaan langsung meraih penghargaan rekaman emas dan mengangkat namanya sebagai penyanyi anak-anak membayangi Chica Koeswoyo dan Yoan Tanamal. Berturut-turut ia merilis beberapa album dalam beberapa tahun kemudian seperti Jam Dinding, Paman Bloon, Tali, Kijang, dan Pesan Ibu.

Sari menghadirkan lagu anak seperti Gembala, Rumpun Bambu, Genit Ah Kamu, Bintang Kecil, Pelangi, Kemarau, Bermain Tali, Empat Kali Tujuh. Untuk lagu remaja, Sari Yok Koeswoyo menyuguhkan lagu “Malu Tetapi Mau”. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.