Standar WHO, Ini Cara Mencuci Tangan yang Benar, Kapan Waktu yang Tepat Melakukannya?

by -
Cara mencuci tangan yang benar Standar WHO dan Waktu yang tepat untuk cuci tangan(Img:pexels/Kampus Production)

Mengapa Kita Harus Mencuci Tangan?

Mencuci Tangan dengan sabun
Mencuci Tangan dengan sabun (img: pexels/burst)

Setelah mengetahui berapa langkah cuci tangan yang baik dan benar, kamu juga perlu mengetahui alasan mengapa kita harus mencuci tangan. Apa saja?

1. Mencegah kuman masuk ke dalam tubuh

Alasan utama pentingnya mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar menurut WHO adalah untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Meskipun terlihat bersih, namun tangan belum tentu bebas kuman. Tangan yang menyentuh mata, hidung, dan mulut sangat mudah menjadi perantara kuman masuk ke dalam tubuh. Kuman yang masuk melalui mata dapat menyebabkan mata perih dan berair. Kuman yang masuk ke hidung dapat menyebabkan infeksi pernapasan. Sedangkan kuman yang masuk melalui mulut bisa mengakibatkan infeksi pencernaan.

2. Mencegah seseorang terkena penyakit serius

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat meminimalisir terjadinya penyakit infeksi pernapasan, pencernaan, kulit, serta mata. Infeksi-infeksi tersebut dapat menjadi berbahaya jika terjadi pada bayi, anak dan lansia. Bahkan sekitar 1,8 juta anak balita mengalami kematian akibat penyakit diare dan infeksi pernapasan atau pneumonia. Kabar baiknya, cuci tangan dengan cara yang benar dapat melindungi anak-anak dari penyakit diare dan pneumonia.

3. Mencegah infeksi nosokomial

Infeksi nosokomial merupakan penyakit yang dapat diperoleh selama menjalani perawatan di rumah sakit. Umumnya infeksi ini terjad pada pasien dengan kondisi berat yang dirawat di ruang ICU. Infeksi ini dapat ditularkan melalui dokter, bidan, perawat, atau keluarga pasien yang kurang menjaga kebersihan. Oleh karena itu setiap orang yang masuk rumah sakit harus bersih dan steril dari kuman dengan rajin mencuci tangan.

4. Menurunkan angka resistensi antibiotik

Jika penyakit infeksi dapat kita cegah, maka pemakaian antibiotik dapat kita tekan. Hal ini mengakibatkan risiko resistensi antibiotik dapat berkurang. Terlebih di Indonesia pemakaian antibiotik kerap menjadi salah kaprah. Antibiotik sering terpakai untuk penyakit ringan yang sebenarnya bisa sembuh sendiri tanpa obat. Akibatnya, resistensi terhadap antibiotik akan meningkat. Oleh karena itu, resistensi antibiotik perlu kita lawan dengan cara mencuci tangan yang benar.

Dengan kesadaran yang tinggi, maka Indonesia akan mampu menurunkan risiko penyakit akibat kuman dan virus seperti flu, diare, dan sejenisnya.

Nah, Demikian cara mencuci tangan yang benar standar WHO. Dengan mempraktekkan anjuran mencuci tangan tersebut, kamu akan terbebas dari kuman, bakteri, virus mengintai.

Dengan tubuh yang sehat, kamu akan lebih produktif dalam berkegiatan.

(SN)

**qoala.app

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.