Tragisnya Kisah Guntur, Naik KM Virgo Pakai KTP Kembaran hingga Akhirnya Ditemukan

by

Jakarta, Semangatnews.com – Kisah Guntur Aji Pangestu, warga Jebres, Solo, menjadi salah satu cerita memilukan di balik kecelakaan KM Virgo Transport 8. Pria berusia 27 tahun itu ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat tercatat dalam manifes menggunakan identitas saudara kembarnya.

Guntur diketahui memiliki saudara kembar bernama Guruh Aji Pangestu. Persamaan fisik keduanya membuat persoalan identitas menjadi bagian dari proses pencarian dan identifikasi setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.

Sebelumnya, Guruh sempat terkejut ketika mengetahui namanya tercantum dalam manifes penumpang KM Virgo. Setelah ditelusuri, ternyata identitas Guruh digunakan oleh saudara kembarnya, Guntur, untuk perjalanan menggunakan kapal tersebut.

Situasi tersebut kemudian membuat keluarga harus memberikan keterangan dan menjalani proses identifikasi ketika pencarian korban dilakukan. Kepastian mengenai identitas Guntur akhirnya diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Disaster Victim Identification atau DVI.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan DNA keluarga. Hasil pemeriksaan kemudian memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Guntur Aji Pangestu.

Kabar tersebut diterima keluarga pada Senin (28/9). Guruh kemudian mendapatkan informasi bahwa jenazah saudara kembarnya telah ditemukan dalam kondisi masih utuh.

Menurut informasi yang diterima keluarga, Guntur ditemukan di dalam kamar kapal. Sebelum kejadian, Guntur diketahui sempat melakukan aktivitas pijat atau refleksi di kapal sebelum akhirnya masuk ke kamar.

Jenazah Guntur kemudian dipulangkan ke Solo dan tiba di rumah duka di kawasan Gulon, Jebres, pada Selasa (29/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan jenazah disambut keluarga dengan suasana penuh duka dan tangis.

Guruh menjadi salah satu anggota keluarga yang menyambut langsung kepulangan saudara kembarnya. Ia mengaku merasakan kehilangan yang besar, tetapi sekaligus merasa lega karena keluarga akhirnya mendapatkan kepastian dan dapat membawa Guntur pulang.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah Guntur disalatkan sebelum dimakamkan di kawasan Debegan, Solo. Keluarga pun mengantarkan Guntur ke tempat peristirahatan terakhirnya setelah melalui masa penantian yang panjang.

Kasus Guntur menjadi bagian dari rangkaian proses pencarian dan identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Di tengah upaya tersebut, keluarga korban masih menunggu perkembangan mengenai korban lainnya yang belum ditemukan, sementara proses penanganan kecelakaan kapal terus berlanjut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.