SEMANGATNEWS.COM – Musyawarah besar (Mubes) Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia yang semula dijadwalkan berlangsung sekaitan Hari Ulang tahun ke 55 sekolah berbasis seni budaya ini pada 25 september 2020 lalu terpaksa ditunda pelaksanaannya sampai pada waktu yang tidak ditentukan sekaitan pandemi wabah covid.19 masih dalam penanganan pemerintah di tanah air saat ini.
Mubes yang semula akan diikuti berbagai alumni lintas angkatan dari ratusan peserta dari puluhan propinsi di tanah air termasuk dari sejumlah negara itu, bertujuan untuk menyatukan visi memajukan senirupa Indonesia dalam budaya masyarakat minang yang egaliter yang bersahabat.
Hal itu disampaikan ketua umum alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang, Yusman yang juga pematung nasional itu ketika dihubungi semangatnews.com via whatsApp dikediamannya, Studio Patung Yusman, Tegal Senggotan, RT 02 / RW 11 No. 53 Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta, Senin malam (15/03/21).
Menurut Yusman, kita menyadari makna dan pentingnya peran strategis organisasi alumni terhadap sekolah berbasis seni budaya itu dalam keluarga besar sekolah. Karena konstribusi alumni memegang peranan penting, bukan hanya bagi sekolah, Sumatera Barat, tetapi juga bagi tanah air mengingat keberadaan alumni baik dari perspektif seni rupa dalam ranah kebudayaan maupun sektor pembangunan dalam arti luas.
“Saat ini kondisi covid.19 yang belum mereda, tidak memungkinkan kegiatan mubes alumni dilaksanakan. Apalagi rencananya akan dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah dan propinsi plus sejumlah negara tetangga itu tidak dapat kita laksanakan sebagaimana telah dirancang tahun 2019 lalu bertepatan HUT sekolah ke 54 sebelum covid.19 terjadi. Namun walaupun mubes belum bisa dilaksanakan, tentunya pemikiran dalam berkemajuan karya bersenirupaan jangan pernah kendor”, himbau Yusman memberi penjelasan.
Sementara itu sekretaris umum alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia, Muharyadi, yang dihubungi semangatnews.com dihari yang sama juga menyatakan hal yang sama dengan apa yang disampaikan ketua umum alumni.
Jika tiba saatnya kondisi negara aman dari covid.19 kita sesegera mungkin merancang dan merumuskan kembali langkah-langkah persiapan mubes alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia itu yang jadwal dan pelaksanaanya akan dijadwalkan berlangsung di Sumatera Barat.
Sejak berdirinya sekolah ini lebih setengah abad lalu, sejumlah tokoh alumni telah mampu membawa harum nama sekolah beserta almamaternya. Diantaranya ketua umum alumni pernah dijabat H. Masri Marjan (alm) mantan ketua PWI dan anggota DPRD Sumbar, Harun Al Rasyid, Syamsiri, Kasman KS (alm) dosen dan PR III ISI Yogyakarta yang juga pematung nasional, Mansyur Piliang serta beberapa nama lainnya didukung sejumlah devisi dan seksi-seksi yang ada di dalamnya, ujar Muharyadi.
Muharyadi juga mengajak dalam menyikapi kebijakan pemerintah nasional, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota yang sedang giat-giatnya melakukan terobosan pertumbuhan ekonomi masyarkat dimasa pendemi wabah covid 19 ini, para alumni tetap berjuang berkarya sesuai talenta yang dimiliki berkarya berinovasi berkontribusi ikut mengairahkan perekonomian masyarakat dengan motivasi dalam kesenirupaan.
“Memang sesuatu yang sulit dimasa sulit daya beli masyarakat yang rendah, perekonomian yang belum menentu terutama dalam menjual produk senirupa. Namun inovasi kalaborasi dengan para UMKM baik produk makanan, kerajinan batik, dan lain-lain memberikan nuansa baru apakah dalam penyajian maupun dalam kreatif pemasaraan produk dalam sisi promosi dan pemasaran terutama di lokasi-lokasi wisata. Atau hal-hal lain bagaimana para alumni tetap bersama masyarakat berjuang bersama mewujudkan kesejahteraan dalam perekonomian daerah”, ajaknya.
Kepala SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang, Taharuddin, S.Pd, MM, ketika dikonfirmasi semangatnews.com perihal alumni sekolah ini, menyebutkan, ia memahami tertundanya kegiatan MUBES alumni mengingat kondisi covid.19 belum mereda.
Hal yang tidak kalah penting lainnya, pihak sekolah dan keluarga besarnya sangat merasakan bahwa peran strategis alumni bagi sekolah merupakan salah satu barometer keberhasilan sekolah di tengah-tengah masyarakat, tak dapat dipungkiri.
“Lihat bagaimana alumni bersama sekolah dapat menyusun program bersama mulai dari merancang mushalla yang cukup besar dan saat ini masih berlangsung, melakukan kerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam dunia kesenirupaan, melakukan riset ke sejumlah obyek-obyek budaya dan pariwisata di tanah air, terakhir ke Sumatera Utara. Dan kemudian membantu penempatan anak-anak magang industri ke tempat-tempat strategis yang dimilik alumni di tanah air, memberi ruang lapangan pekerjaan bagi tamatan dalam bidang seni rupa hingga membantu penghijauan sekolah serta sejumlah kegiatan sosial lainnya yang tak dapat kami sebutkan satu persatu”, ujar Taharuddin lagi.
Kemudian di tahun 2019 lalu panitia yang terdiri dari alumni dan keluarga besar sekolah dengan ketua panitianya Zardi Syahrir, SH, MM dan kawan-kawan berhasil melaksanakan kegiatan HUT sekolah ke 54 dengan beragam kegiatan besar, yakni melukis tokoh publik di sekolah. Tentunya pelaksanaan mubes ini dapat menyatukan alumni untuk bersama-sama membantu menuntaskan pelaksanaan pembangunan mushalla “Nurul Jamal” di areal sekolah.
“Mubes yang akan diselenggarakan ini tentunya akan memberi dampak yang luas bagi sekolah dan para alumni itu sendiri, baik dalam menyampaikan gagasan baru, kreasi dan inovasi baru meningkatkan mutu sekolah dan produk karya siswa dapat memberikan daya saing dan pengalaman bagi generasi muda Sumbar memajukan dunia kesenirupaan dan banyak lagi harapan-harapan untuk kejayaan sekolah”, ujar Taharuddin menambahkan. (FR).
