Wagub Audy Joinaldy : Pasaman Pernah Miliki Produksi Kedelai Terbaik di Indonesia

oleh -
Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy melakukan kunjungan kerja ke Pasaman Barat dlam rangka meninjau progres strategis yang berada di Pasaman Barat antara lain irigasi Batang Batahan, Batang Sikabu dan pelabuhan Teluk Tapang. Kamis (11/3/2021)

SEMANGATNEWS.COM – Pasaman Barat salah kabupaten yang punya potensi dan prospek ke depan yang akan lebih berkembang dan maju, potensi perkebunan, perikanan, tanaman pangan, kedelai dan lain-lainnya. Bahkan kedelai Pasaman pernah terbaik satu di Indonesia dulunya oleh sebab itu infrastruktur pendukungnya harus baik.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy disela-sela kunjungan kerja ke Pasaman Barat dlam rangka meninjau progres strategis yang berada di Pasaman Barat antara lain irigasi Batang Batahan, Batang Sikabu dan pelabuhan Teluk Tapang. Kunjungan  Wagub Sumbar didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Ir. Fathol Bahri, Kepala Dinas PSDA Rifda Suriani, Kepala Bappeda Hansastri, Kalaksa BPBD Erman Rahman, Kabalitbang Reti Wafda, Kabiro Humas Hefdi, Kamis, (11/3/2021)

Baca Juga:  Karya-Karya Terbaik Kelompok Perupa "Hidup" Yogyakarta Berpameran di Parak Seni Bodeh Ambar Ketawang- Sleman.

Rombongan Wagub disambut langsung oleh Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dan Wabup Risnawanto serta unsur Forkopimda, SKPD serta ribuan masyarakat yang antusias menyambut kedatangan rombongan di lapangan tempat Helikopter mendarat.

Maksud kunjungan Wagub Sumbar dan rombongan ini melihat secara langsung kondisi insfrastruktur irigasi khusus batang sikabau dan batahan yg setiap tahunya mengalami banjir mengenangi pemukiman warga serta merusak tanaman masyarakat.

Baca Juga:  Ketum PWI Pusat Sambut Baik Webinar Pemanfaatan FABA untuk Pembangunan Ekonomi

Audy juga ungkapkan masyarakat sekitar Batang Sikabau mengeluhkan bahwa rumahnya sering kebanjiran dan merusak tanaman pangan. Sedangkan masyakarat Batang Batahan meminta agar diperbaiki irigasi kembali yang mempunyai potensi mengairi lahan pertanian dan sawah seluas 5253 Ha disamping itu bencana banjir akan teratasi. Anggaran yang dibutuhkan untuk normaliasi Batang Sikabau sekitar 300 miliar, sedangkan perbaikan irigasi Batang Batahan sekitar 159 miliar.