PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Tidak kurang 50 peserta terdiri pelajar SD, SMP beserta sejumlah guru-guru mengikuti Workshop Ecoprin dan Ikat Celup Batik di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro 31 Padang, Rabu, 20/08/2025.
Baca Juga : 20 Lagu Minang Terbaru Berbasis Budaya Lokal Karya Agus Taher Lahir Sejak 2024
Kegiatan dalam rangkaian memperingati HUT RI ke 80 yang diselenggarakan UPTD Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat diantara agenda Festival Seni Anak Bahagia #SABA_FEST_2 dengan mendatangkan nara sumber Widdi Yanti, pimpinan Sanggar Canting Buana Batik, Padang Panjang tersebut ternyata mendapat antusias tinggi dari semua peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurut Widdiyanti, asesor batik nasional dan dosen seni kriya Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang itu menyebutkan, kedua materi berupa ecoprin dan ikat celup sangat mudah untuk dipelajari dan diprakteklan langsung berbahan sederhana sepanjang diikuti dengan serius dan teliti dengan tetap mempedomani nilai artistik dan estetiknya sesuai kapasitas pembuatnya, baik kalangan pelajar maupun guru guru yang mengikutinya.
Untuk ecoprint bagWiddiyanti ian dari seni batik dan merupakan warisan budaya Indonesia, telah menjadi simbol keindahan dan keunikannya dalam evolusi seni tekstil. Pada ecoprint bukan sekadar teknik pewarnaan, tetapi juga mengajak kita untuk menelusuri hubungan harmonis antara seni tradisional dan kekayaan alam.

Batik Ikat Celup di dalamnya bermuatan motif hasil dari proses pengikatan dan pencelupan kain secara berulang. Proses ini menghasilkan pola-pola abstrak yang unik dan khas pada permukaan kain dasar batik yang digunakan.
Selama kegiatan berlangsung kepada para peserta selain pengenalan alat dan bahan, para peserta juga diarahkan pada keterampilan membuat batik ecoprin yang pengerjaannya lebih praktis dan tidak memakan waktu lama.
Melalui Workshop Ecoprin dan Ikat Celup Batik diharapkan semua peserta baik kalangan pelajar maupun guru guru yang ada di daerah ini mampu mengikutinya untuk kemudian terus dikembangkan hingga diperluas menjadi sesuatu yang menarik bersumber dari tumbuh-tumbuhan di alam non kimiawi di atas kain menggunakan pewarna alam dan bahan batik,” ujar Widdiyanti memberi penjelasan. (mh)
