Dampak Psikologis Vlog, Butuh Sandaran Untuk Berbagi Namun Rendah Tingkat Kepercayaan

oleh -
Ilustrasi

HaloNusa –  Beberapa tahun terakhir, fenomena video blog atau vlog semakin menjamur di masyarakat. Beberapa wajah vlogger pun menjamah layar kaca yang semula hanya dikenal kalangan youtube atau pun blog.

Fenomena munculnya vlogger kemudian menular ke banyak anak muda di Indonesia hingga beramai-ramai membuat berbagai video menarik. Namun menurut dosen psikologi Universitas Atma Jaya, Vierra Della, berbagai video blog tersebut menyimpan kenyataan yang bertolak belakang.

Baca Juga:  MANUSIA-MANUSIA TELANJANG

“Orang saat ini butuh sandaran untuk berbagi namun rendah tingkat kepercayaan pada seseorang, sehingga tidak memilih komunikasi secara langsung. Cuma masalahnya, mereka ‘curhat’ namun kemudian disebarkan,” kata Vierra, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

“Kan lucu, hal pribadi yang biasanya hanya dibagi kepada orang yang dipercaya, kemudian oleh orang yang minim percaya kepada orang lain lebih memilih percaya pada publik. Ini aneh,” lanjutnya. (Baca: Vlog, Ganti Tren Tulisan dan Kata jadi Visual)

Baca Juga:  MANUSIA-MANUSIA TELANJANG

Vierra menjelaskan pada setiap orang memiliki keinginan untuk diperhatikan, mencari kenyamanan, serta keamanan dalam sebuah hubungan antarmanusia yang dibuktikan berupa kepercayaan. Namun pada generasi saat ini, kepercayaan pada orang lain menurun.

Psikolog ini menduga penyebabnya adalah kontak interpersonal yang kurang terjalin secara terbuka dengan orangtua para generasi Y sebagai kebanyakan pelaku vlogger dan pengisi demografi.