Sedangkan bagi penonton, menurut Vierra juga terjadi perubahan etika. Penonton di media sosial cenderung senang membuka masalah orang lain dan mendukung para pelaku untuk semakin mengumbar masalah pribadi dan membuat mereka semakin depresi.
Vierra mengatakan, dengan tidak menghiraukan umbaran masalah pribadi oleh seseorang sebenarnya melindungi kejiwaan diri sendiri dan si pengumbar.
“Sebenarnya tidak salah ingin terkenal, alangkah baiknya diberi panggung namun sehat, dalam hal ini adalah prestasi,” kata Vierra. “Setiap orang punya kemampuan, nah yang seperti itu jangan ditutup, makin kurang kasih sayang makin ingin jadi artis.” lanjutnya. (edt)
Sumber : CNN Indoneisa
