Kana Fuddy Prakoso Mendirikan “Ruang Garasi” Ruang Publik di Jakarta

by -
Kana Fuddy Prakoso Mendirikan “Ruang Garasi” Ruang Publik di Jakarta
Kana Fuddy Prakoso, seniman dan founder Ruang Garasi, Jakarta Selatan

JAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Bagi Kana Fuddy Prakoso salah seorang pelukis wanita terkemuka saat ini di tanah air bahwa dalam perjalanannya berlesenian selama ini melalui berkarya melukis, berpameran dan melukis lagi disertai berkolaborasi dalam kesenirupaan ternyata tidaklah cukup jika tidak disertai memikirkan seniman lain di luar dirinya.

Baca Juga :Sari Yok Koeswoyo Penyanyi Legendaris, Kini Juga Menekuni Dunia Seni Rupa

Ketidak cukupan itu karena masih ada yang mengganjal dalam pikiran ini selain berkarya bagaimana suatu saat teman teman seniman dapat tersalurkan kegiatannya untuk berpameran menampilkan karya karya hasil penjelajahan kreativitas agar dapat dinikmati publik di luar tempat tempat formal yang sudah ada selama ini.

Diantara Ruang Garasi
Diantara Ruang Garasi

Karena diakui selama ini ada keterbatasan ruang pameran untuk dinikmati publik yang jumlahnya tak terhitung lagi bahkan telah melampaui tempat ruang pameran yang ada di Jakarta, maka sebagai alternatif untuk memfasilitasi kegiatan seni di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, saya memberanikan diri membuat satu ruang inkubasi gagasan yang menekankan proses kreatif sebagai basis landasan untuk dapat berpameran dan berkolaborasi dalam dunia seni rupa di kediaman saya dengan memilih salah satu ruangan di Jalan Gandaria IV/2 Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diberi nama Ruang Garasi yang kini telah berusia 7 (tujuh) persisnya 23 juli 2018.

Hal ini dikemukan Kana Fuddy Prakoso, seniman dan founder Ruang Garasi, saat ditemui Semangatnews.com, Kamis siang (27.02.25) di Jakarta.

Diantara Karya Kana Fuddy Prakoso
Diantara Karya Kana Fuddy Prakoso

Menurut Kana demikian panggilan akrabnya, alumni FSRD ISI Yogyakarta kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 9 December 1973 itu menyebutkan ruang garasi yang didirikan secara pribadi itu sekarang telah berusia 7 (tujuh) tahun dan merupakan salah satu ruang inkubasi gagasan yang menekankan proses kreatif sebagai basis landasan kesenian dan kebudayaan bidang seni rupa.

Hal yang terpenting lagi,” ujar Kana, ruang garasi ini walau masih terbilang sederhana diharapkan dapat mendorong para seniman/perupa dan penikmat seni agar lebih aktif dan lebih mudah dalam mengakses ruang pamer yang diperuntukan seniman maestro, seniman profesional dan pemula, agar proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dan berkelanjutan dan sharing pengetahuan seni dan ruang lingkupnya hingga akan menjadi daya untuk mendistribusikan pengetahuan seni kepada khalayak.

Karya Kana Fuddy Prakoso
Karya Kana Fuddy Prakoso

Dalam dua tahun terakhir Ruang Garasi telah menggelar sejumlah legiatan pameran diantaranya maestro sketsa Indonesia “urang awak” Ipe Ma’roef (2023), pameran perupa Jambi dua Minggu (2024), pameran Tunggal Indarto Agung Sukmono Menampilkan Ruh Kota Kudus Jawa Tengah sebulan penuh (20 September sd 02 Oktober 2024) dan sekarang pameran seni grafis “welas asih” (2025),” ujar Kana.

Kita berharap kedepan Ruang Garasi dapat memfasilitasi kegiatan pameran, baik maestro, seniman profesional bahkan pemula kita tetap memiliki komitmen sepenuh hati untuk menyelenggarkan pameran agar publik benar-benar dapat mengapresiasi dan meedukasi kegiatan kesenirupaan secara sungguh sungguh dan berkelanjutan yang diharapkan juga memiliki nafas seni rupa berisikan seperangkat nilai nilai.

Kana, Eksis Berkarya dan Pameran Bergengsi

Sepak terjang sebagai seniman seni rupa pelukis wanita Indonesia Kana dalam perjalanan sejak menempuh pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Yogyakarta lebih tiga dekade silam Kana dalam perjalanannya telah melakukan sejumlah pameran, baik pameran tunggal maupun kolektif.

Sketsa Kana Fuddy Prakoso
Sketsa Kana Fuddy Prakoso

Dalam pameran tunggal Kana sedikitnya telah 5 kali berpameran seperti, “Kotak-Kotak Kehidupan”, at Tembi, House of Culture,Yogyakarta (2007), “Perjalanan…”, at Tembi House of Culture ,Yogyakarta (2010), “Sekitar Kebayoran” a Virtual Solo Exhibition (2020), “Bukan Fiksi(e) tapi Fakta” at Rolling Door art gallery (2021) dan “Rentang” Ruang Garasi art space (2021).

Sementara untuk pameran kolektif tak terhitung lagi jumlahnya mencapai ratusan kali di berbagai tempat dan lokasi. Sejak tahun 2020 ada sejumlah kegiatan pameran yang diikuti Kana diantaranya Joint Exhibition in EXCURSION, National Gallery of Indonesia, Jakarta, Lotus Libya, Virtual Exhibition, organization Risthi Basmati, The Arts and Culture dan “Around Kebayoran” a Virtual Solo Exhibition.

Di tahun 2021 hingga 2024 yakni Virtual Collaboration for Peace, #Pray For Myanmar, a Virtual exhibition, from Indonesian Arts and Culture Network. “Love and Tolerance” A joint exhibition organized by Tempo group to commemorate Tempo’s 50th anniversary, – “Knock Knock Knock”, The 28th Seoul International Art Festival, Hanguk Art Museum, Seoul Korea

– “Around Kebayoran” a Virtual Solo Exhibition “Bukan Fiksi(e) tapi Fakta” a solo exhibition in the tactical artist program at Kilau Art space

Disusul beberapa tahun sesudah itu pameran Kamisketsa group exhibition Gallery Nasional Jakarta, Perajut Persatuan, Group exhibition, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Indonesian – Japan Cultur exchange exhibition, Kulu-kulu,Tokyo Japan dan lainnya,” ujar Kana. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.