Lintas Jender dan Silang Budaya
Tubuh adalah medium esensial untuk memvisualkan diri sendiri. Sebagai materi yang melekat pada diri, tubuh menyediakan ruang tanpa batas untuk memamerkan segala bentuk identitas diri. Termasuk sebagai media mengisahkan sebuah perjalanan hidup. Karena tubuh adalah saksi kunci dari perjalanan hidup seseorang, sehingga tubuh dapat menceritakan dengan lengkap dan sempurna tentang perjalanan yang dilalui seseorang.
Sherli dalam Meniti Jejak Tubuh mencoba memvisualisasikan kisah kreatifnya yang telah terekam oleh tubuhnya sendiri. Sherli dengan peka memanfaatkan memori tubuh sebagai media ekplorasi dalam garapan tari kontemporernya.
Hal yang menarik lainnya dalam garapan eksperimental Sherli yang bertajuk Meniti Jejak Tubuh adalah pengalaman tubuh Sherli dan memori kultural yang direkam oleh tubuhnya disampaikan oleh tubuh yang berbeda. Sherli memilih ketubuhannya pada tubuh penari laki laki yang bernama Kurniadi Ilham. Tentu proses penggarapan yang dilakukan oleh Sherli terhadap penarinya tidak segampang seseorang menceritakan kisah seseorang lainnya. Karena tubuh Sherli dan tubuh penarinya, memiliki memori, sejarah, kisah, kultur, dan pengalaman yang sangat berbeda.
Proses silang budaya yang diekstrak Sherli sebagai materi karyanya memiliki persilangan yang cukup rumit. Pada memori tubuh Sherli, memiliki memori kultur Kerinci yang bersilangan dengan memori kultur Minang Kabau. Sehingga pada titik temunya mencapai suatu bentuk baru dari kedua budaya tersebut. Namun, pada tubuh penarinya tidak memiliki rekaman memori tersebut. Salah satu kesulitan dalam Meniti Jejak Tubuh adalah pada transfer budaya yang dilakukan Sherli terhadap memori tubuh penarinya.

