Tidak hanya proses silang budaya sebagai kesulitan yang dapat ditemukan dalam Meniti Jejak Tubuh karya Sherli. Ada sesuatu yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi pula, yaitu lintas jender. Memori tubuh Sherli yang merupakan seorang wanita disampaikan secara utuh melalui tubuh lelaki. Ia adalah Kurniadi Ilham yang telah dipilih oleh Sherli untuk menarasikan memori tubuhnya.
Kurniadi Ilham tak hanya harus merekam apa yang telah direkam tubuh Sherli dalam perjalanan kreatifnya, namun ia juga dituntut dapat menceritakan dengan persis, sesuai dan piawai dari kisah seorang perempuan melalui tubuh laki-lakinya. Tentu bukan hal yang mudah untuk mengisahkan memori tubuh yang berlainan dari jenis kelami penarinya.
Selama kurang lebih 2 tahun, Meniti Jejak Tubuh menggambarkan bahwa proses silang budaya dan lintas jender dalam suatu karya tari harus menempuh proses yang berat dan panjang. Kurniadi Ilham kiranya juga patut diberi acungan jempol, kerja kerasnya terhadap memori tubunya telah memberikan kisah tentang memori tubuh Sherli kepada penonton dengan baik. Meskipun d idalam tubuhnya sendiri tidak sedikitpun memiliki memori tubuh yang sama dengan Sherli. Ilham dengan cerdas dapat mewujudkan tubuh baru yang berangkat dari memori tubuh Sherli sebagai koreografernya.
Meniti Jejak Tubuh memilki tingkat kerumitan penggarapan yang cukup tinggi. Baik koreografer dan penari dihadapkan oleh tantangan yang berbeda-beda. Sherli sebagai koreografer juga terbilang berani melakukan ekrperimen atas praktik ketubuhan yang melalui proses silang budaya dan lintas jender sekaligus dalam satu karya. Sehingga dapat dikatakan bahwa karya Meniti Jejak Tubuh koreografer Sherli Novalinda adalah salah satu karya tari kontemporer yang sensasional.
Pertunjukan tari tunggal kontemporer ini rencananya akan dipentaskan di Bozar Brussels, Belgia pada tanggal 6 hingga 11 Desember 2017 mendatang dalam rangka Europalia Arts Festival Indonesia. Dalam hal ini, Sherli bersama Sherli Novalinda Dance Laboratory diberikan kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam event tari Internasional itu. Di Belgia nantinya, Meniti Jejak Tubuh genap dipentaskan sebanyak 10 kali di berbagai tempat yang berbeda.
