Menteri Sosial Saifullah Yusuf Sambangi Arosuka, Lihat Langsung Pemulihan Pascagalodo dan Salurkan Bantuan

by
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Sambangi Arosuka, Lihat Langsung Pemulihan Pascagalodo dan Salurkan Bantuan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Sambangi Arosuka, Lihat Langsung Pemulihan Pascagalodo dan Salurkan Bantuan

KABUPATEN SOLOK, SEMANGATNEWS.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf melihat langsung kondisi masyarakat terdampak galodo atau banjir bandang di Kabupaten Solok yang kini memasuki tahap pemulihan. Kunjungan tersebut berlangsung di Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang Kabupaten Solok, kawasan Kantor Bupati Solok, Arosuka, Rabu (7/10/2026).

Tidak hanya menemui warga terdampak, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul juga menyerahkan bantuan penanganan bencana, mendengarkan perkembangan penanganan dari pemerintah daerah, serta meninjau dapur umum yang hingga kini masih beroperasi.

Kedatangan Gus Ipul disambut para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Solok dan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok dengan yel-yel dan nyanyian selamat datang.

Di kawasan posko, aktivitas penanganan masih berjalan. Para personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) terlihat sibuk menyiapkan makanan, sementara pendamping PKH tetap bersiaga memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan perkembangan terbaru kondisi warga pascagalodo. Sebanyak 570 warga sebelumnya sempat mengungsi akibat bencana, namun kini seluruhnya telah kembali.

“Hari ini sudah tidak ada lagi pengungsi kita yang diungsikan. Jadi, seluruh warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali,” ujar Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Galodo menerjang Kabupaten Solok pada 21 September 2026 setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan lereng Gunung Talang sejak 19 September. Sekitar pukul 19.30 WIB, banjir disertai longsor terjadi di bagian hulu sungai.
Material lumpur, batu berukuran besar, dan kayu kemudian terbawa arus hingga menerjang permukiman warga dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 14 orang mengalami luka ringan. Masa tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan selama 14 hari kemudian diperpanjang selama tujuh hari hingga 12 Oktober 2026.

Meski seluruh pengungsi telah kembali, penanganan dampak bencana masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Tagana, pendamping sosial, serta unsur lainnya terus bergerak menangani kebutuhan warga sekaligus mempersiapkan pemulihan.

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan penanganan bencana dilakukan melalui tahapan yang jelas. Pada masa kedaruratan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sedangkan dukungan logistik dan dapur umum menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Kita punya mekanisme untuk menanggulangi bencana. Yang pertama adalah penanganan pada masa kedaruratan. Pada masa kedaruratan ini, yang utama adalah menyelamatkan manusianya, menyelamatkan orang, menyelamatkan keluarga-keluarga terdampak. Jadi, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana,” ungkap Saifullah Yusuf.

Setelah masa kedaruratan mulai teratasi, penanganan berlanjut pada tahap pemulihan. Menurut Saifullah, pada tahap ini pemerintah membutuhkan pendataan yang akurat agar bantuan dapat diberikan kepada keluarga yang benar-benar terdampak.

“Pasca bencana ini tentu memerlukan kolaborasi yang lebih luas. Kita sama-sama harus mendata dengan baik karena proses pendataan ini memang memerlukan waktu. Pak Bupati didukung oleh perangkatnya dan Forkopimda harus menentukan, menginventarisasi, serta mendata secara akurat siapa saja keluarga yang terdampak. Ini menyangkut bantuan yang harus diterima oleh mereka yang memang berhak,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan penanganan bencana dengan total Rp328.762.860.
Bantuan tersebut terdiri atas santunan bagi dua ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp30 juta, santunan bagi dua korban luka berat sebesar Rp10 juta, serta santunan bagi 14 korban luka ringan sebesar Rp35 juta.
Selain santunan, Kemensos menyalurkan bantuan logistik penanganan bencana senilai Rp203.862.860 dan 200 paket sembako senilai Rp49,9 juta.

Bantuan terlebih dahulu diserahkan kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok Candra. Selanjutnya, santunan diberikan secara langsung kepada dua ahli waris korban meninggal dunia serta perwakilan korban luka berat dan luka ringan yang hadir di lokasi.

Bagi keluarga korban meninggal dunia, Saifullah menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Ia juga mendoakan korban yang mengalami luka agar segera pulih.

“Kepada yang berduka, kami juga sama menyampaikan bela sungkawa. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan sabar. Kepada yang wafat, semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan dosa-dosanya diampuni. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan almarhum atau almarhumah,” tutur Saifullah.

Sementara kepada korban yang mengalami luka berat maupun ringan, Saifullah berharap kondisi mereka terus membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kepada yang luka-luka berat, yang hadir di sini, kami doakan mudah-mudahan kondisinya sudah semakin pulih dan sekarang sudah bisa beraktivitas. Mudah-mudahan segera benar-benar sembuh. Untuk yang luka ringan dan hadir semua di sini, saya mengucapkan Alhamdulillah karena kondisinya sudah semakin membaik,” lanjutnya.

Dukungan bagi warga terdampak juga akan berlanjut setelah masa tanggap darurat berakhir. Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi, Kemensos menyiapkan jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isian rumah bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta bantuan pemberdayaan ekonomi.

Saifullah Yusuf menegaskan seluruh bantuan pascabencana harus diberikan berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama pemerintah daerah.

“Jadi semuanya ini dilakukan bersama-sama. Diawali dengan pendataan oleh bupati atau oleh pemerintah daerah. Bupati menyediakan datanya, kemudian setelah datanya valid, kita melakukan intervensi secara simultan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga yang terdampak,” tegasnya.

Saifullah Yusuf juga mengingatkan bahwa setiap bantuan yang berasal dari anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap rupiah yang keluar kita semua harus bertanggung jawab. Karena itu, kita harus memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan sesuai dengan data yang telah diverifikasi,” paparnya.

Di sela kunjungannya, Saifullah juga berbincang dengan siswa SRMP 5 Solok. Salah seorang siswa bernama Ilham dipanggil ke depan dan menceritakan pengalamannya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Ilham mengaku sempat berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Ayahnya bekerja sebagai petani. Setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat, ia mengaku merasa lebih aman dan nyaman belajar di sekolah berasrama tersebut. Kondisi fisiknya juga disebut semakin sehat.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Ilham dengan mantap menjawab ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut.
Saifullah mengatakan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

“Ini siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah siswa dari keluarga paling tidak mampu di Kabupaten Solok. Ini anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Sekolah ini masih merupakan sekolah rintisan, dan ke depan akan dibangun gedung sekolah permanen dengan jumlah siswa yang lebih besar,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan lahan seluas 7,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sekolah tersebut direncanakan memiliki kapasitas hingga 2.500 siswa.

Setelah berdialog dengan warga dan siswa, Saifullah kemudian meninjau dapur umum. Para personel Tagana masih sibuk memasak dan menyiapkan makanan untuk warga serta petugas yang berada di lapangan.

Dapur umum tersebut telah beroperasi selama 17 hari sejak galodo menerjang kawasan Arosuka. Saat ini, sekitar 1.500 porsi makanan disiapkan setiap hari untuk makan pagi, siang, dan malam. Sebelumnya, produksi dapur umum mencapai sekitar 2.000 porsi per hari.

Pelayanan dapur umum akan terus berjalan hingga masa tanggap darurat berakhir pada 12 Oktober 2026.
Melihat para Tagana yang masih bertugas setelah lebih dari dua pekan berada di posko, Saifullah menyampaikan apresiasinya.

“Pokoknya saya percaya sama Tagana. Mereka sudah bekerja dan membantu sejak awal penanganan bencana, termasuk memastikan kebutuhan makanan di dapur umum tetap tersedia untuk masyarakat dan petugas di lapangan,” ucapnya.

Menurut Saifullah Yusuf, Tagana merupakan salah satu kekuatan Kementerian Sosial di daerah yang membantu masyarakat ketika bencana terjadi, mulai dari dapur umum, dukungan logistik hingga berbagai kebutuhan lainnya.

“Ya, itulah pokoknya tugasnya membantu. Bantu semua yang butuh bantuan, baik dalam urusan dapur umum, logistik, maupun kebutuhan lain yang diperlukan selama penanganan bencana,” tambahnya.

Kunjungan tersebut kemudian ditutup dengan suasana hangat. Saat Menteri Sosial meninggalkan lokasi, siswa-siswi SRMP 5 Solok kembali mengiringi keberangkatannya dengan yel-yel dan jargon Sekolah Rakyat.

Hadir Wakil Bupati Solok Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah, jajaran BNPB dan BPBD, BPS, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial. (Adinda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.